Sebelumnya, enam partai yakni Golkar, Gerindra, PKB, PKS, PAN dan NasDem dengan total 42 kursi keterwakilan di DPRD Kaltim sudah menyatakan dukungan ke Rudy-Seno. Teranyar, Jumat (26/7), PPP mengeluarkan rekomendasi dan menjadi pengusung paslon Rudy-Seno.
Rekomendasi pengusungan diberikan langsung pelaksana tugas Ketua Umum (Plt Ketum) DPP PPP Mardiono di Jakarta. Dalam video yang beredar, terlihat pula Ketua DPW PPP Kaltim Gamalis mendampingi pemberian surat tersebut. Kaltim Post berupaya meminta keterangan kepada Gamalis. Namun hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapatkan respons.
Sementara dalam keterangannya kepada media, Rudy menegaskan dengan dukungan partai berlambang kabah itu. Dirinya bersama Seno Aji akan mengawal amanah untuk menyejahterakan masyarakat Benua Etam. Terlebih, dalam pertemuan di Jakarta itu, plt ketum PPP juga meminta keduanya untuk membina seluruh partai politik di Kaltim.
“Pesan utama beliau, jika terpilih akan membina seluruh partai yang sudah memberikan amanah mendukung kami,” ucapnya.
Lantas bagaimana nasib paslon Isran-Hadi? Kepada Kaltim Post, Kamis (25/7) lalu, Hadi Mulyadi menegaskan belum akan mundur. Melalui pesan WhatsApp, dirinya masih melihat adanya peluang. Bisa kembali maju dalam pertarungan demokrasi lima tahunan tersebut. Bersama Isran Noor, dirinya tetap akan maju untuk bisa kembali memimpin Kaltim di periode kedua.
“Insyallah masih ada peluang,” ungkap Hadi. “Insyallah,” imbuhnya, saat ditanya apakah Isran-Hadi tetap masih akan jadi paslon yang solid.
Kaltim Post berupaya meminta informasi terbaru kepada Demokrat. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebelumnya pada Mei lalu menegaskan mendukung Isran Noor sebagai calon gubernur (cagub) di Pilgub Kaltim 2024. Dukungan itu berdasarkan surat tugas yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui Sekretaris Jenderal Demokrat Teuku Riefky Harsya.
Sayangnya, hingga kemarin (27/7), upaya untuk wawancara dari Kaltim Post belum ditanggapi Ketua Demokrat Kaltim Irwan.
Kabar putar arah dukungan Demokrat dari Isran Noor ke Rudy Mas’ud memang sudah berembus. Adalah Wakil Ketua Golkar Kaltim Bidang Media, Sudarno yang menyebut, bahwa pihaknya sedang mengupayakan dukungan dari partai-partai yang belum menentukan arah. “Informasi yang saya terima, Demokrat Insyaallah sudah clear,” terangnya.
Jika memang Demokrat merapat ke kubu Rudy – Seno seperti yang digembar-gemborkan Golkar, maka Pilgub Kaltim 2024 berpeluang hanya diikuti satu paslon. Artinya Rudy-Seno bakal melawan kotak kosong. Karena dengan sisa PDI Perjuangan (PDIP) yang hanya memiliki 9 kursi di DPRD Kaltim, tak cukup untuk mengantarkan Isran-Hadi ke kontestasi.
PDIP sendiri dalam sejumlah kesempatan mengutarakan akan tetap mendukung Isran – Hadi. Ketua PDI Perjuangan Kaltim Safaruddin kepada awak media pekan lalu menyebut masih menunggu keluarnya surat rekomendasi dari DPP PDIP. Yang disebutnya akan diberikan kepada pasangan Isran-Hadi.
“Kami menegaskan komitmen untuk memberikan pilihan kepada masyarakat dengan mengusung pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim. Ini sedang berproses ke DPP. Jadi tunggu saja," kata Safaruddin di Samarinda.
Dia mengatakan langkah ini diambil untuk menghindari dominasi calon tunggal dalam kontestasi Pilgub Kaltim, di mana saat ini mayoritas partai politik mendukung pasangan Rudy Mas'ud-Seno Aji.
“Kami mengusulkan Isran-Hadi supaya masyarakat memiliki pilihannya dan menghindari calon tunggal. Saat ini, proses pengusungan masih berlangsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan," ucapnya.
Kepastian dukungan PDIP ke Isran-Hadi disebut-sebut akan muncul di akhir Juli ini. Dari Jakarta, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lebih dari 50 persen surat rekomendasi untuk calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Di mana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan mengumumkan bakal calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada 2024.
"PDIP sudah mengeluarkan surat tugas dan rekomendasi itu sudah lebih dari 50 persen dan nanti akan disampaikan secara bertahap oleh Ibu Ketua Umum (Megawati) akhir Juli ini atau minggu pertama Agustus," kata Djarot di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (27/7).
Untuk diketahui, mengacu UU Pilkada, syarat minimal untuk bisa mendaftar ke KPU pasangan calon harus diusung minimal 20 persen jumlah kursi partai atau gabungan partai di DPRD setingkat hasil pemilu teranyar. Dengan demikian, jumlah kursi keterwakilan di DPRD Kaltim hasil pemilu legislatif pada 14 Februari 2024 lalu jadi tolok ukur. Dari 55 kursi yang ada, pasangan calon harus diusung keterwakilan dengan jumlah minimal 11 kursi.
Di Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, Golkar punya 15 kursi; Gerindra 10 kursi, PKB 6 kursi; PAN 4 kursi; PKS 4 kursi; dan Nasdem 3 kursi. Ditambah PPP dengan 2 kursi, Rudy-Seno punya koalisi gemuk dengan 44 kursi. Sementara tersisa PDIP dengan 9 kursi dan Demokrat 2 kursi yang menjadi harapan terakhir majunya pasangan Isran-Hadi.
Keputusan Pusat
Sejumlah partai pengusung Rudy-Seno menyampaikan optimisme mereka bisa memenangkan Pilgub Kaltim 2024. Dari PKB misalnya, bakal menjalankan strategi dan mesin partai yang maksimal dalam mendukung kemenangan Rudy-Seno seperti saat mereka berhasil meningkatkan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu.
Ketua PKB Kaltim Syafruddin menjelaskan, akan memainkan peran para calon legislatif (caleg) terpilih hingga kader untuk memenangkan Rudy-Seno. Dirinya mengklaim, meski tidak ada pakta integritas atau perjanjian yang dibangun antara partai dengan paslon, namun karena sudah menjadi keputusan DPP, maka pengurus di daerah wajib melaksanakan apa yang sudah ditetapkan.
“Keputusan mengusung Rudy-Seno merupakan ranah pusat. Sementara di tingkat daerah, hanya berfungsi menjaring dan ketika sudah ada rekomendasi, akan menjalankan apa yang menjadi penugasan dari DPP. Adapun faktor alasan mendukung Rudy-Seno karena lebih kepada komunikasi, kedekatan dan kenyamanan. Ini informasi yang saya dapat dari DPP PKB,” ujar Syafruddin.
Sementara dari PAN, Sekretaris Tim Pilkada DPW PAN Kaltim Fahrizal Helmi menyebut soal koalisi gemuk yang dimiliki pasangan Rudy-Seno menjadi sikap politik dari paslon tersebut. Sementara dari PAN sudah ada pakta integritas yang dibangun dengan pengurus dari pusat sampai ke daerah untuk bisa memenangkan Rudy-Seno.
“Kami menunggu gong-nya saja. Bagaimana koalisi ini pada akhirnya terbentuk secara final. Yang jelas PAN sudah tetap dan Juni lalu sudah konsolidasi sampai ke daerah kabupaten/kota untuk kemenangan Rudy-Seno,” ujar Helmi, Kamis (25/7).
Adapun alasan PAN mengusung Rudy-Seno, kata Helmi merupakan ranah dan keputusan DPP PAN. Daerah kata dia hanya menaati keputusan tersebut. Dan menurutnya pertimbangan yang diukur DPP, salah satunya adalah elektabilitas. Di mana Rudy-Seno dianggap memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan Isran-Hadi.
“Semua partai pasti ingin berada di barisan pemenenang ya. Dan Rudy-Seno sebagai kader politik sudah terbukti dan teruji dalam Pileg 2024 kemarin. Sementara untuk pengalaman tentu keduanya sudah berpengalaman di legislatif. Keputusan ini sudah matang. Dan PAN pasti melakukan langkah-langkah strategis untuk kemenangan Rudy-Seno,” ujar Helmi.
Baca Juga: Ella Sari Hasibuan Jadi Korban Malapraktik Klinik Kecantikan di Medan
Editor : Uways Alqadrie