Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Manchester United Laporkan Kerugian Rp 2 Triliun di Musim 2023-2024

Hernawati • Kamis, 12 September 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi Manchester United.
Ilustrasi Manchester United.

KALTIMPOST.ID, Menurut laporan terbaru, Manchester United (MU) mencatat kerugian lebih dari Rp 2 triliun lebih di musim 2023-2024. Namun Setan Merah optimistis tidak akan terkena sanksi dari Premier League terkait aturan Financial Fair Play (FFP).

Sejak 2019 Manchester United telah mencatatkan kerugian lima kali berturut-turut. Di musim 2023 Manchester United mengalami kerugian bersih 113,2 juta pound (Rp 2,2 triliun). Jika tidak menghitung pajak kerugian mereka 130,7 juta pound.

Ditambah dengan kerugian musim 2022-2023 sebesar 28,7 juta pound dan di 2021-2022 senilai 115,5 juta pound, sehingga total kerugian Manchester United dalam tiga musim terakhir sudah jauh melebihi batas maksimum yang diperbolehkan Premier League yaitu 105 juta pound.

Aturan profit and sustainability rules (PSR) yang musim lalu menjerat Everton dan Nottingham Forest dengan hukuman pengurangan poin, memang mengharuskan klub-klub di Premier League untuk mematuhi batas kerugian finansial. Meski kedua klub tersebut selamat dari degradasi, Manchester United diprediksi tidak akan mengalami nasib serupa.

Manajemen Setan Merah memiliki opsi untuk melakukan “add backs” yakni sebuah strategi akuntansi yang dapat menghapus atau mencoret pengeluaran yang tidak terkait langsung dengan operasional tim utama. Dalam kasus ini, Manchester United bisa mengecualikan berbagai biaya. Di antaranya, pengeluaran untuk tim akademi, tim sepak bola putri, dan program amal untuk komunitas.

Manchester United yakin bahwa dengan tidak memasukkan sejumlah pengeluaran tertentu, mereka dapat menstabilkan neraca keuangan mereka dan tetap mematuhi aturan profit and sustainability rules Premier League.

“Kami berupaya mencapai keberlanjutan finansial yang lebih baik dan membuat perubahan pada operasi kami agar lebih efisien guna memastikan kami mengerahkan sumber daya kami demi meningkatkan kinerja di lapangan,” tutur CEO Omar Berrada. Rabu (11/9).

“Hari ini kami mengumumkan panduan baru untuk tahun fiskal 2025 yang mencerminkan dampak parsial tahun ini dari penghematan yang transformatif dan perubahan organisasi yang telah kami terapkan selama musim panas lalu,” sambungnya.

Musim lalu Manchester United mencetak rekor pemasukan senilai 661,8 juta pound, terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dari hak siar dan hari pertandingan. Untuk musim 2024-2025 klub menargetkan pendapatan antara 650-670 juta pound.

Manchester United memperkuat skuad mereka dengan mendatangkan beberapa pemanin kunci.

Di antaranya, Manuel Ugarte, Joshua Zirkzee, Leny Yoro, Matthijs de Ligt, dan Noussair Mazraoui. Langkah ini diambil untuk memperkat tim menghadapi berbagai kompetisi penting pada musim 2024-2025 termasuk Premier League, Liga Europa, Piala FA, dan Carabao Cup.

 

Editor : Hernawati
#laporan keuangan #manchester united