“Kami sudah tetapkan di pleno, tandatangan berita acara, hingga terbitnya surat Keputusan 205/2024. Tentang penetapan pasangan calon pada pilkada Bontang,” kata Robby.
Empat paslon tersebut meliputi Neni Moerniaeni-Agus Haris. Paslon ini diusung oleh lima parpol yaitu Golkar, Gerindra, PKS, NasDem, dan PSI. Kemudian Basri Rase-Chusnul Dhihin yang maju melalui jalur perseorangan.
Berikutnya Sutomo Jabir-Nasrullah yang diusung oleh PKB dan Demokrat. Terakhir Najirah-Muhammad Aswar (PDI Perjuangan, Gelora, dan PAN). KPU Bontang sebelumnya telah memeriksa dokumen pencalonan.
Memang terjadi perbaikan dalam proses administrasi tersebut. Salah satu contohnya terdapat perbedaan antara NPWP dengan e-KTP. Namun itu sudah ditindaklanjuti bersangkutan hingga batas waktu perbaikan yang telah ditentukan.
“Empat paslon semua tertib. Kalau perbedaan antara NPWP dengan e-KTP itu ditemukan. Tapi bersangkutan sudah membuat surat pernyataan ke instansi berwenang,” ucapnya.
KPU juga memastikan proses pengambilan nomor urut paslon akan digelar Senin (23/9/2024) di halaman Kantor KPU. Kegiatan tersebut akan dimulai 08.30 Wita. Nantinya yang bisa masuk halaman kantor KPU telah ditetapkan 15 orang tiap paslon.
“Itu termasuk paslon, tim pemenangan, pimpinan parpol, hingga keluarga. Selebihnya maka berada di luar pagar kantor KPU,” tutur dia.
KPU juga mengimbau agar tidak mengerahkan massa dalam jumlah besar pada pengambilan nomor urut. Selain itu Bawaslu juga akan memantau jika ada terindikasi melakukan kampanye dari jadwal yang telah ditetapkan.
“Ketentuan pengambilan nomor urut sudah kami sosialisasikan melalui surat maupun lisan kepada LO tiap paslon,” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie