Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hewan Mamalia Paus Terdampar di Perairan Balikpapan, Diperkirakan Memiliki Berat 40 Ton

Syahrul Ramadan • Kamis, 26 September 2024 | 19:57 WIB

TERDAMPAR: Hewan mamalia paus terdampar di perairan dangkal laut Balikpapan. (FOTO: IST)
TERDAMPAR: Hewan mamalia paus terdampar di perairan dangkal laut Balikpapan. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Seekor ikan paus terdampar di perairan dangkal kawasan Pantai Teritip, Balikpapan Timur pada Kamis (26/9). Paus diperkirakan seberat 40 ton.

Saat ini tim gabungan masih terus berupaya dalam melakukan penyelamatan terhadap hewan mamalia laut tersebut.

Binmas Perairan Ditpolairud Polda Kaltim, Bripka Taufik, menyampaikan bahwa ikan paus, awalnya dilihat nelayan yang sedang melaut di kawasan Manggar. Hewan mamalia ini muncul di permukaan laut, itu di perkirakan berjarak 2 mil dari daratan.

“Kami menerima laporan dan kami langsung tindak lanjuti,” ujarnya.

Bripka Taufik menerangkan, malam sebelumnya, tim gabungan sudah berupaya untuk menyelamatkan ikan paus ke arah tengah laut. Hal ini dilakukan agar hewan bisa kembali ke perairan yang lebih dalam.

Tapi usaha yang dilakukan masih terhambat akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, tadi pagi timnya menerima informasi kalau ikan paus kembali terdampar di perairan dangkal di kawasan Pantai Teritip.

Ia langsung bergegas untuk memastikan kembali kondisi ikan paus. “Tapi yang jelas paus itu masih hidup. Sementara untuk kondisi paus, mungkin tidak sepenuhnya 100 persen sehat,” ungkapnya.

Ukuran hewan mamalia yang terdampar, kata Bripka Taufik, diperkirakan memiliki berat 40 ton dengan panjang sekitar 15 meter.

Menurutnya, ikan paus diduga terdampar akibat beberapa faktor. Misalnya, masalah kesehatan, dan bisa jadi dampak akibat gempa yang terjadi sebelumnya.

Karena gempa bisa mempengaruhi sistem sonar paus yang akhirnya membuatnya kesulitan untuk bisa kembali ke perairan laut yang lebih dalam.

Sementara ini, pihaknya akan menarik paus ke laut menggunakan tali dari bahan lembut. Sehingga tidak melukai dan menyakiti paus ketika proses penyelamatan.

“Kami menggunakan tali lembut dan perahu sebagai upaya dalam mengarahkan paus kembali ke perairan atau laut lebih dalam. Karena paus butuh bantun sebab sonar mereka tidak bekerja dengan baik di perairan dangkal,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Wilayah Kerja Balikpapan, Hetty menyampaikan bahwa tim gabungan masih dalam proses melakukan penyelamatan terhadap hewan mamalia paus yang terdampar di perairan dangkal Balikpapan.

“Kami masih melakukan upaya penyelamatan (di Pantai Teritip Balikpapan Timur),” tulis pesan singkatnya.

Editor : Uways Alqadrie
#paus terdampar #Pantai teritip Balikpapan