Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mereka yang Mengembangkan Komoditas Pertanian: Diah Paramita Wulandari, Olah Minyak Kelapa hingga Minyak Kemiri

Raden Roro Mira Budi Asih • Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:05 WIB
FOKUS: Mulai produksi sejak 2019, namun baru tahun ini Diah fokus kembangkan usahanya. Mengolah VCO dan minyak kemiri berbekal pengetahuan suami yang alumnus pertanian. (FOTO: IST)
FOKUS: Mulai produksi sejak 2019, namun baru tahun ini Diah fokus kembangkan usahanya. Mengolah VCO dan minyak kemiri berbekal pengetahuan suami yang alumnus pertanian. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Lima tahun terakhir, Diah dan suami sudah produksi virgin coconut oil (VCO) karena alasan kesehatan. Namun baru tahun ini, mereka getol produksi karena peluang besar dari segi ekonomi. Diversifikasi komoditas perkebunan untuk menaikkan nilai ekonomi.

Pertama kali produksi pada 2019. Yakni minyak kelapa murni (VCO) yang dipakai untuk pribadi. Lama-kelamaan, mereka yang tahu jika Diah memproduksi VCO pun turut membeli minyak tersebut. Masih kalangan terdekat dan tetangga. Sehingga dari kapasitas produksi pun masih terbatas.

“Sampai sekarang bikin minyak VCO. Kebetulan suami saya lulusan pertanian, jadi sudah tahu bagaimana cara bikinnya. Dulu pas awal bikin itu karena untuk konsumsi pribadi, karena alasan kesehatan,” bebernya.

Untuk bahan baku, dulu ambil dari pasar karena produksinya masih sedikit. Namun sekarang, Diah bekerjasama dengan petani kelapa. “Dulu belum berani jual bebas karena masih belum mengurus izin pangan industri rumah tangga (PIRT). Jadi makanya masih jual ke tetangga dan keluarga saja,” lanjut dia.

Bertahun-tahun diakui masih skala rumahan dan pesanan terdekat. Hingga tahun ini, dia semakin serius. Apalagi setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pengembangan. Semakin sadar jika ada potensi besar dan VCO. Termasuk, pada 2024 ini Diah juga produksi minyak kemiri.

PELUANG: Mengolah minyak kemiri baru di tahun ini. Melihat potensi dan peluangnya. Ambil kemiri langsung dari petani di Berambai, Samarinda. (FOTO: IST)
PELUANG: Mengolah minyak kemiri baru di tahun ini. Melihat potensi dan peluangnya. Ambil kemiri langsung dari petani di Berambai, Samarinda. (FOTO: IST)

“Tahun ini bikin minyak kemiri. Ambil dari petani langsung di daerah Berambai. Kami harap dengan banyaknya peminat di pasaran, bisa memberikan semangat lebih ke petani. Jadi tidak hanya di Berambai, tapi juga daerah lain,” jelas perempuan kelahiran 1986 itu.

Segala dokumen perizinan pun diurus. Termasuk sertifikasi halal, agar produknya bisa melenggang masuk di berbagai toko hingga outlet. Sejauh ini, karena berada di bawah binaan Dinas Perkebunan Kaltim, produknya sudah ada di Toko Kebun.

Jika dulu hanya produksi berdasarkan pesanan dan kapasitas kecil. Kini sudah mulai rutin. “Kalau VCO bisa dua hari sekali, minyak kemiri bisa tiga hari sekali. Ini seminggu lagi rutin produksi juga,” lanjut Diah baru-baru ini. Ok ok

Untuk kemiri, sekali produksi mampu hingga lima kilogram dengan hasil 2,5 liter minyak. Sedangkan untuk VCO, bisa sampai satu liter sekali produksi. Diakui Diah, memang masih skala kecil, namun sudah lebih berkembang dibanding sebelumnya.

Disampaikan juga jika memang baru tahun ini mereka semakin menyeriusi usaha. Apalagi setelah mengikuti Business Matching & Matchmaking Komoditas Hasil Perkebunan dari dinas terkait pada akhir September lalu. Semakin membuka mata Diah bahwa apa yang dia geluti sejak 2019 harus benar-benar diseriusi. “Jadi mulai benar-benar ditekuni di tahun ini. Aktif promosi di media sosial,” tutupnya.

Editor : Uways Alqadrie
#UMKM Kaltim #komoditas perkebunan #vco