Rapat monitoring berkala tata kelola rumah sakit pelat merah itu kembali ditempuh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, Sabtu Malam, 26 Oktober 2024. Rapat yang digelar secara semi virtual itu dihadiri Direksi AWS, Dinas Kesehatan Kaltim, BPJS Kesehatan, hingga Dewan Pengawas AWS.
"Ada beberapa hal yang jadi poin penting untuk dibenahi," ucap Akmal Malik, Minggu, (27/10/2024).
Di antaranya, terbatasnya jumlah dokter spesialis di Unit Gawat Darurat AWS dan belum optimalnya pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional atau SISRUTE yang harusnya mempermudah masyarakat mencari pelayanan kesehatan ke rumah sakit yang sesuai.
Di sisi lain, lanjut Akmal, permintaan pelayanan khusus untuk penyakit tertentu seperti kemoterapi hingga operasi skala besar yang hanya bisa ditangani AWS juga cukup tinggi. Berbagai permintaan pelayanan kesehatan dari masyarakat tak boleh ditolak di tengah keterbatasan tenaga medis dan fasilitas yang ada di AWS.
Hal itu pula yang membuat banyaknya antrean pasien yang perlu penangan. "Karena itu, perlu ada rapat tematik mencari solusi yang terarah sesuai kasus yang mengemuka," lanjutnya.
Lewat upaya tersebut, Direktur Jendral Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini berharap dapat membawa peningkatan dalam pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas. "Pemerintah tentunya harus memberikan pelayanan kesehatan yang humanis dan terbaik. Untuk itu, pembenahan ini jadi salah satu langkah awal," katanya mengakhiri.
Editor : Uways Alqadrie