Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Malaysia Segera Punya Kereta Cepat 160 Km Per Jam dengan Teknologi LTE-R 4G di Sepanjang ECRL

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 20 Desember 2024 | 17:22 WIB
Kereta cepat yang akan beroperasi pada proyel ECRL. (Foto: Ist/ECRL)
Kereta cepat yang akan beroperasi pada proyel ECRL. (Foto: Ist/ECRL)

 

KALTIMPOST.ID, PUTRAJAYA- Malaysia segera mencatat sejarah sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan jaringan komunikasi LTE-Railway (LTE-R) menggunakan 4G di sepanjang jalur East Coast Rail Link (ECRL).

Menteri Pengangkutan Malaysia Anthony Loke mengatakan bahwa dengan adanya jaringan tersebut, komunikasi dan sinyal dapat ditingkatkan lebih cepat dibandingkan teknologi sebelumnya.

Jalur East Coast Rail Link (ECRL) diketahui menghubungkan beberapa wilayah penting di Semenanjung Malaysia. Jalur ini menghubungkan Pelabuhan Klang di Selat Malaka dengan Kota Bharu di timur laut Semenanjung Malaysia.

Proyek ini mencakup 20 stasiun, yang terdiri dari 14 stasiun penumpang, 5 stasiun gabungan penumpang dan kargo, serta 1 stasiun kargo.

 Selain itu, pembangunan Proyek ECRL senilai RM50,27 miliar (Rp 180,4 Triliun) itu juga melibatkan pengadaan kereta Electric Multiple Unit (EMU) untuk penumpang serta Lokomotif Elektrik (E-Loco) untuk kargo.

"Kereta EMU ini akan bergerak dengan kecepatan maksimum 160 kilometer per jam ketika memulai operasi komersialnya nanti, yaitu pada Januari 2027 dari Kota Bharu ke Terminal Bersepadu Gombak dengan waktu perjalanan hanya empat jam," katanya.

 

Dia juga menginformasikan bahwa proyek ECRL telah mengalokasikan sebanyak 12 set E-Loco dari CRRC Dalian untuk tujuan pengangkutan kargo, dengan set pertama juga akan tiba di Malaysia pada akhir tahun depan.

 "Saya senang menginformasikan bahwa CRRC Dalian telah berkomitmen agar dua set E-Loco akan dirakit di depo kereta api ECRL di Kuantan Port City untuk mendorong keterlibatan warga lokal dalam perakitan komponen E-Loco yang merupakan bagian dari inisiatif transfer teknologi," katanya.

 Loke mengatakan jaringan ECRL sesuai dengan kebijakan penting pemerintah yang salah satunya mendorong penggunaan rel.

 Baca Juga: Bandara Sepinggan Balikpapan Diprediksi Jadi Bandara Terpadat Selama Nataru Meski Harga Tiket Masih Tinggi

"Ini karena moda transportasi tersebut tidak hanya dapat mengurangi pergerakan kendaraan berat di jalan raya, tetapi juga akan menghemat biaya, ramah lingkungan, dan meningkatkan keselamatan jalan raya," katanya.

Desain kereta EMU untuk pengoperasian ECRL diperkenalkan dengan pemilihan kombinasi warna putih dan biru serta memiliki pola batik di bagian samping.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#kereta cepat #malaysia #transportasi #kereta #trem