KALTIMPOST.ID, Kebakaran besar yang melanda Los Angeles pada 7 Januari 2024 memunculkan berbagai pertanyaan dan spekulasi di media sosial.
Dari hidran air yang tiba-tiba kering, pembatalan ribuan polis asuransi, hingga teori konspirasi terkait rencana pembangunan Smart City pada 2028. Apa yang sebenarnya terjadi?
Salah satu kejanggalan terbesar yang disorot adalah hidran air yang mendadak tidak berfungsi.
Petugas pemadam kebakaran melaporkan kesulitan dalam memadamkan api karena suplai air terputus.
Gubernur California, Gavin Newsom, menyebut hal ini sebagai “situasi yang sangat meresahkan” dan meminta investigasi terhadap Departemen Air dan Listrik Los Angeles (LADWP).
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Ambil Peran, Seni Musik Ikut Menopang Pertumbuhan Kaltim
“Kita harus tahu mengapa ini terjadi. Infrastruktur publik tidak boleh gagal pada saat-saat krusial seperti ini,” tegas Newsom.
Kondisi ini menjadi bahan diskusi di media sosial, terutama mengingat Los Angeles memiliki cadangan air yang melimpah dari danau-danau di sekitarnya.
Sebelum kebakaran terjadi, perusahaan asuransi seperti State Farm dan Allstate membatalkan ribuan polis asuransi di wilayah berisiko tinggi, termasuk Pacific Palisades, Brentwood, dan Hidden Hills.
Sekitar 1.600 polis di Pacific Palisades dihentikan hanya tujuh bulan sebelum kebakaran.
“Pembatalan asuransi untuk area berisiko tinggi sebenarnya sudah menjadi tren di California,” kata Michael Soller, juru bicara Departemen Asuransi California.
Baca Juga: Update kebakaran Dasyat di Los Angeles: Api Masih Berkobar, Ini Sebaran Daerah yang Terbakar
Namun, langkah ini membuat banyak pemilik rumah harus bergantung pada program khusus seperti FAIR Plan atau tanpa asuransi sama sekali, yang menjadi tantangan saat bencana melanda.
Warga melaporkan adanya percikan api dari kabel listrik yang mengenai dedaunan kering, memicu kebakaran di beberapa area. Hingga kini, penyebab pasti percikan api tersebut masih dalam penyelidikan.
“Tiupan angin kencang Santa Ana seringkali memperburuk situasi,” ujar Luca Carmignani, asisten profesor di Universitas Negeri San Diego. Angin ini, dengan kecepatan mencapai 160 km/jam, mempercepat penyebaran api di vegetasi kering.
Teori Konspirasi Smart City 2028
Media sosial dipenuhi teori konspirasi yang menghubungkan kebakaran ini dengan rencana pemerintah kota membangun Los Angeles sebagai Smart City pada 2028.
Sebagian pihak menduga, bencana ini adalah bagian dari agenda tersembunyi untuk mendukung transformasi kota.
Namun, pakar menilai teori ini tidak memiliki dasar yang kuat. “Kondisi kebakaran di California adalah akibat kombinasi angin kencang, vegetasi kering, dan perubahan iklim,” jelas Heather Zehr, ahli meteorologi dari AccuWeather. (*)
Editor : Dwi Puspitarini