KALTIMPOST.ID, Dua kelurahan dan desa di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali terendam banjir, pada Rabu (15/1).
Hujan dengan intensitas tinggi meluapkan sungai yang melintasi wilayah yang masuk dalam delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) ini. Yakni Desa Sukaraja dan Kelurahan Mentawir yang merupakan Kawasan IKN (KIKN).
Menurut data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, kejadian di Kelurahan Mentawir terjadi pada RT 02 terjadi sejak Selasa (14/1) sekira pukul 17.00 Wita.
Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama 3,5 jam, mulai 14.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita di wilayah Desa Sukaraja mengakibatkan meluapnya air sungai.
Dan berdampak pada naiknya tinggi muka air (TMA) pada rumah warga yang berada di area rendah dan sekitar bantaran sungai.
Ada sebanyak 12 RT, yakni RT 01 hingga RT 07, lalu RT 20, RT 21, RT 22, RT 24 dan RT 25 di Desa Sukaraja yang terdampak.
Penyebabnya pun sama, yakni hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama kurun waktu 3,5 jam mulai pukul 14.30 Wita hingga pukul 17.00 Wita, membuat meluapnya air sungai atau drainase dan berdampak pada naiknya tinggi muka air pada rumah warga yang berada di area rendah dan sekitar bantaran sungai.
Ada sebanyak 174 rumah yang dihuni oleh 174 KK atau 572 jiwa yang merasakan banjir ini. Dengan rincian RT 01 sebanyak 12 rumah (12 KK/37 jiwa), RT 02 sebanyak 8 Rumah (8 KK/30 jiwa), RT 03 ada 9 rumah (9 KK/23 jiwa), RT 04 sebanyak 3 rumah (3 KK/13 jiwa), RT 05 sebanyak 4 rumah (4 KK/12 jiwa), RT 06 sebanyak 3 rumah (3 KK/8 jiwa), RT 07 sebanyak 44 rumah (44 KK/151 jiwa), RT 20 sebanyak 6 rumah (6 KK/17 jiwa), RT 21 sebanyak 2 rumah (2 KK/5 jiwa), RT 22 sebanyak 18 rumah (18 KK/63 jiwa), RT 24 sebanyak 16 rumah (16 KK/53 jiwa), dan RT 25 sebanyak 49 rumah (49 KK/160 jiwa).
Baca Juga: Glodok Plaza Terbakar Hebat, Ini Kondisi Sembilan Pekerja yang Terkepung Api
Dengan kondisi TMA di halaman rumah adalah 50-65 cm dan TMA di dalam rumah sekira 5-10 cm.
“Secara keseluruhan kondisi terkini TMA di wilayah terdampak banjir sudah surut. Namun untuk di wilayah RT 07, RT 24 dan RT 25 masih terdapat genangan air di halaman rumah,” kata Kepala Pelaksana BPBD PPU M. Sukadi Kuncoro dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/1).
Upaya penanganan yang dilakukan tim BPBD PPU melakukan identifikasi dan pendataan di wilayah terdampak.
Baca Juga: Saatnya Ambil Peluang Bisnis Bengkel, Permintaan Servis Lagi Tinggi-Tingginya
Dan melakukan pemantauan kondisi TMA di lokasi banjir. Di mana tim yang berada di lapangan, adalah BPBD PPU, Otorita IKN, staf Desa Sukaraja, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja, ketua RT Wilayah Terdampak, dan warga.
Sedangkan unit yang diturunkan adalah unit mobil ops, 1 unit perahu polyethylene, perahu kano dan peralatan PB milik BPBD PPU.
Selain itu, banjir di Kelurahan Mentawir juga terjadi sejak Selasa (14/1) pukul 17.00 Wita. Ada sebanyak 9 rumah yang dihuni oleh 12 Kepala Keluarga (KK) dengan 35 jiwa di RT 02 Kelurahan Mentawir yang terdampak.
Dengan Tinggi Muka Air (TMA) di halaman rumah sekira 40-50 cm dan TMA di dalam rumah sekira 5 cm. Tim BPBD PPU pun melakukan identifikasi dan pendataan di wilayah terdampak.
Sembari tetap melakukan pemantauan kondisi perkembangan banjir di Kelurahan Mentawir. “Kondisi terkini di wilayah terdampak banjir Tinggi Muka Air (TMA) berangsur surut secara perlahan,” ujar Kuncoro. (*)
Editor : Dwi Puspitarini