Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Agustino Ditembak Mati Briptu Agus Rahmadian di Ketapang Kalbar, Istri: Dihabisi Tanpa Tembakan Peringatan

Uways Alqadrie • Selasa, 21 Januari 2025 | 11:59 WIB
BELUM JELAS: Penembakan Agustino pada 7 April 2023 lalu diduga buntut tanah keluarga yang digunakan pengusaha Akiang tanpa konfirmasi. (FOTO: IST)
BELUM JELAS: Penembakan Agustino pada 7 April 2023 lalu diduga buntut tanah keluarga yang digunakan pengusaha Akiang tanpa konfirmasi. (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, Purwaning  Kusuma Tanjung tak pernah membayangkan kehilangan suami dengan cara tragis. Peristiwa penembakan 7 April 2023 begitu membekas dalam ingatannya. Suami tercinta dihabisi oknum polisi Briptu Agus Rahmadian, anggota Polsek Nanga Tayap, Polres Ketapang Kalimantan Barat.

Peristiwa memilukan itu disaksikan langsung oleh Tanjung dan anaknya yang masih di bawah umur. Agustino merenggang nyawa setelah ditembus 2 peluru laras panjang di bagian dada menembus belakang dan leher. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas untuk dilakukan visum.

Dia mengungkapkan, saat itu dirinya bersama dua anaknya baru saja tiba dari pasar, dan tidak lama datanglah 10 orang dengan menggunakan 3 mobil dengan maksud mengambil ekskavator milik seorang pengusaha setempat, Akiang. 

"Eksavator tersebut sebelumnya diamankan oleh suaminya, lantaran telah menggarap tanah milik keluarga besar sang suami tanpa izin," tuturnya.

Dari 10 orang tersebut 2 di antaranya merupakan anggota polisi, namun saat itu anggota tersebut tidak mengenakan seragam, hanya mengenakan kaos bertuliskan polisi, serta mengenakan celana pendek.

"Saat itu sempat ribut karena mereka (10 orang) itu memaksa eksavator ini mau dibawa, itu sempat ribut," ujar Tanjung.

Lanjut Tanjung, saat itu almarhum, memegang korek, lalu melempar korek gas, namun tidak mengenai siapa-siapa, hanya mengenai bak mobil dan pecah, saat itu bubar," ujarnya.

Tanjung saat itu melihat seorang anggota polisi yang tidak mengenakan seragam berlari ke arah mobil yang diparkir di depan rumahnya dan mengambil senjata laras panjang pada bagian belakang mobil. Kemudian, suaminya masuk ke gudang mengambil parang, kemudian berlari keluar mengejar anggota polisi yang mengambil senjata tersebut. 

"Saat itu dia lari ke pinggir jalan, saya juga ikut keluar mengejar bersama anak-anak saya, saya baru sampai di pinggir jalan, almarhum sudah ditembak," kata Tanjung atas peristiwa yang menimpa suaminya.

Ia mengungkapkan suaminya ditembak dari jarak jauh tanpa ada peringatan apapun. Tidak hanya satu kali, namun anggota Polisi itu dikatakannya memberondong suaminya.

"Tembakannya itu dor, dor, dor, dor, banyak sekali, itu tidak ada peringatan apapun, langsung ditembak, itu di depan mata kepala saya, anak-anak saya. Versi polisi itu mereka membela diri, kenapa tidak dilumpuhkan saja dari jauh, kenapa langsung ditembak di badan, kenapa tidak di kaki?" ujarnya menanyakan atas tindakan kepolisian.

Saat itu di lokasi tidak ada warga lain, hanya dirinya dan dua anaknya yang melihat langsung sang suami ditembak. "Saat itu jarak saya dengan almarhum hanya beberapa meter saja, itu depan mata saya dan anak-anak kejadiannya," katanya sembari menangis. 

Setelah korban ditembak dan tersungkur di tanah, polisi dan orang suruhan pengusaha Akiang tidak langsung membawa almarhum untuk diobati, namun lebih dulu dibalikkan dan ditindih.

"Melihat itu saya itu sudah panik, teriak-teriak minta tolong. Anak saya ini ikut saya lari ke dalam rumah memanggil ibu saya yang ada di dalam rumah," ungkap Tanjung. Dari dalam rumah ia melihat suaminya dalam keadaan terlentang ditinggalkan. Tanjung pun membantah bahwa suaminya sempat melukai anggota Polisi dengan parang yang dibawanya. 

"Tidak ada almarhum itu membacok polisi dan sebagainya, belum sampai almarhum itu sudah ditembak, parangnya itu hari-hari untuk membersihkan kebun, panjangnya lebih dari setengah meter, itu kalau kena putus tangan," kata Tanjung. 

"Saat itu anggota Polisi itu tidak ada luka sama sekali, intinya saya tidak ada lihat suami saya membacok, tidak ada. Anak-anak juga melihat langsung, demi Allah almarhum tidak ada menyerang, karena kejadian itu tepat di depan kami," kata Tanjung sembari bersumpah.

Anak korban turut memberi keterangan bahwa melihat beberapa orang datang ke kediamannya menggunakan tiga kendaraan.

“Di antaranya ada mobil Fortuner, HRV, dan dump truk, sebelumnya mereka sudah mondar mandir memantau ke rumah ini, kemungkinan itu mobil milik Bos Akiang yang dipakai mereka, ” timpal anak korban.

Editor : Uways Alqadrie
#mabes polri #bareskrim #Presiden Prabowo #polda kalbar #Agustino ditembak polisi #kompolnas #polres ketapang