Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diduga Jadi Korban Perundungan, Pelajar SMA Anggana Dilarikan ke RSUD AWS Samarinda dalam Kondisi Kritis!

Eko Pralistio • Sabtu, 25 Januari 2025 | 20:56 WIB
UNGKAP KONDISI KORBAN: Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kanan) membeberkan kondisi TM (20), yang kini disebut terbaring di RSUD AWS Samarinda.
UNGKAP KONDISI KORBAN: Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun (kanan) membeberkan kondisi TM (20), yang kini disebut terbaring di RSUD AWS Samarinda.

KALTIMPOST.ID,– Seorang perempuan berinisial TM (20) diduga menjadi korban perundungan di salah satu sekolah di Desa Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Korban yang masih berstatus pelajar di jenjang SMA itu saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (25/1).

"Korban masih sekolah. Saat ini ia sudah dilarikan ke rumah sakit dan sedang menjalani perawatan," ungkap Rina.

Rina menjelaskan, TM sejak kecil tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya berpisah ketika korban masih dalam kandungan. Terkait insiden ini, korban sempat kritis akibat menelan 10 butir obat jenis paracetamol.

"Korban kami larikan ke rumah sakit hari ini (25/1) dari rumahnya. Saat itu kondisinya kritis, hampir seluruh tubuhnya dingin. Saat ini keadaannya mulai membaik," tutur Rina.

Dari keterangan nenek korban, jelas Rina, TM dirundung pada Kamis, 23 Januari 2025, saat kegiatan belajar berlangsung di sekolah. Bentuk perundungan belum dapat dipastikan karena korban masih sulit diajak berkomunikasi.

"Menurut informasi awal, korban sempat dikurung di sebuah ruangan oleh teman-temannya. Malamnya, dia meminum obat sebanyak 10 butir," jelas Rina.

Rina menambahkan, pihaknya belum dapat mengetahui secara rinci bentuk perundungan lainnya karena kondisi korban yang masih belum stabil secara emosional dan fisik.

"Saat ini kami hanya bisa berkomunikasi lewat tatapan mata. Ketika mulai sadar, korban menangis, sehingga kami belum bisa menggali informasi lebih jauh," tutupnya.

 

Eko Pralistio

Editor : Muhammad Ridhuan
#Anggana #kukar #RSUD Abdoel Wahab Sjahranie #samarinda #perundungan