KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Pemandangan tak biasa terlihat di Bandara SAMS Sepinggan baru-baru ini. Bandara ini kedatangan pesawat Ilyushin IL-76TD-90 milik maskapai penerbangan Silk Way Airlines .
Pesawat pengangkut strategis serbaguna yang dapat digunakan untuk mengangkut kargo, membawa pasukan, dan memberikan bantuan bencana ini kali pertama mendarat di bandara internasional satu-satunya di Kalimantan ini.
Sebagai informasi, Silk Way Airlines adalah maskapai penerbangan kargo yang berkantor pusat dan berbasis di Bandara Internasional Heydar Aliyev di Baku, Azerbaijan.
Silk Way Airlines melayani pengiriman barang ke Asia, Eropa, dan Timur Tengah. Dan juga melayani organisasi pemerintah dan nonpemerintah.
Berdasarkan foto yang beredar pada lokasi parkirnya pesawat Ilyushin IL-76TD 90.
Ketika dikonfirmasi mengenai pesawat Ilyushin IL-76TD-90 milik maskapai penerbangan Silk Way Airlines tersebut, Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Retnowati membenarkan bahwa ada pesawat yang tiba di Balikpapan, pada Selasa (28/1/2025).
“Pesawatnya sudah berangkat sekitar jam 11 Rabu, 29 Januari 2025. Kedatangannya untuk keperluannya untuk antar barang kargo,” katanya kepada Kaltim Post, Rabu (29/1).
Retno tidak menerangkan barang kargo yang diantar oleh pesawat Ilyushin IL-76TD-90 ditujukan ke mana. Ketika ditanya apakah barang kargo tersebut ditujukan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), perempuan berkerudung ini menepis hal tersebut. “Kedatangannya tidak ada kaitannya dengan IKN,” singkat dia.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Harrold Yohanes Pantouw juga menyebut bahwa tidak ada kegiatan pengangkutan barang dari luar negeri menuju IKN. Termasuk dengan barang kargo yang diangkut oleh pesawat Ilyushin IL-76TD-90 milik Silk Way Airlines tersebut. “Tidak ada setahu saya,” ujar dia singkat.
Untuk diketahui, spesifikasi pesawat Ilyushin Il-76TD-90 ini memiliki kecepatan maksimum 900 km/jam. Dengan rentang 5 ribu kilometer di ketinggian maksimum 13 ribu meter. Dan laju pendaratan minimum 450 meter.
Pesawat ini merupakan jenis pesawat angkut militer yang sebelumnya dimiliki Rusia. Dan sudah eksis sejak era Uni Soviet hingga tahun 1991.
Dengan Produksi dimulai sekitar 1974, pesawat Ilyushin Il-76TD-90 ini, mampu mengangkat muatan hingga 50 ton. Untuk perbekalan, kargo, hingga kendaraan militer lain melalui jalur udara.
Pesawat Ilyusin Il-76TD-90 termasuk pesawat yang jarang terbang di wilayah udara Indonesia. Terakhir kali, pesawat ini terlihat saat mengantarkan bantuan kemanusiaan untuk korban dari bencana gempa bumi di Palu pada 2018 lalu.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko