KALTIMPOST.ID, Elektrifikasi se-Kaltim memang tercatat telah menyentuh angka 97 persen. Tersisa tiga persen untuk bisa memaripurnakan Kaltim 100 persen eletrifikasi.
Meski terlihat luar biasa, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, tak menepis jika masih ada desa-desa yang belum merasakan aliran listrik.
Dari data ESDM, ada 109 desa dengan sekitar 66 ribu kepala keluarga yang belum mencicipi setrum. Mayoritas desa berada di kawasan 3T – Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
“Masih diupayakan seluruh desa bisa terang pada 2026,” sebutnya selepas rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Kaltim, Rabu, 27 Februari 2025.
Langkah mewujudkan target itu tak mudah. Desa-desa yang belum teraliri listrik itu mayoritas masih minim infrastruktur dasar seperti jalan atau jembatan.
Sementara jaringan listrik di Indonesia lazim menggunakan ruas jalan atau jembatan yang ada. “Dari data hasil pemetaan itu bisa menjadi dasar untuk menyusun peta jalan pemerataan listrik seluruh Kaltim,” sambungnya.
Untuk merealisasikan Kaltim terang 2026, koordinasi dengan PLN jadi kunci. Perusahaan kelistrikan negara itu pemilik kendali penuh dalam mendistribusikan listrik. Karena itu, kolaborasi antara PLN, pemerintah, serta swasta perlu diperdalam.
Ke depan, lanjut dia, Komisi III DPRD Kaltim bakal memotori program pengentasan listrik lewat dukungan anggaran.
Peta jalan akan disusun sehingga langkah menuju Kaltim terang 100 persen bisa benar-benar terwujud. (*)
Editor : Almasrifah