Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Profil Aulia Rahman Basri, Sosok yang Mengemuka sebagai Calon Pengganti Edi Damansyah di PSU Pilkada Kukar

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Sabtu, 8 Maret 2025 | 15:17 WIB

Aulia Rahman Basri.
Aulia Rahman Basri.

KALTIMPOST.ID, TENGGARONG–Spekulasi mengenai calon pengganti Edi Damansyah dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kutai Kartanegara (Kukar) 2024 terus menguat. Di tengah ketidakpastian politik pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK), satu nama yang kian santer dibicarakan adalah Aulia Rahman Basri.

Munculnya nama Aulia sebagai kandidat kuat bukan tanpa alasan. Sosoknya yang dikenal di berbagai sektor, mulai dari kesehatan hingga bisnis, menjadikannya figur potensial dalam kontestasi politik Kukar.

Meskipun belum ada keputusan resmi dari partai pengusung, spekulasi tentang Aulia Rahman Basri semakin menguat setelah wajahnya banyak muncul di berbagai flyer politik serta media sosial di Kukar. Tak hanya itu, sebuah foto yang memperlihatkan Aulia mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) juga beredar luas di media sosial. Seperti diketahui, SKCK merupakan salah satu syarat administratif yang wajib dipenuhi oleh calon kepala daerah.

Isu ini semakin menarik perhatian publik karena PDI Perjuangan, partai utama pengusung pasangan Edi-Rendi, memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang akan menggantikan Edi dalam PSU mendatang. Dengan waktu yang semakin terbatas, keputusan partai tentu harus segera diambil demi menjaga soliditas dan kesiapan tim pemenangan.

Siapa Aulia Rahman Basri?

Aulia Rahman Basri bukanlah sosok baru di Kukar. Lahir di Kota Bangun pada 23 Agustus 1985, Aulia memiliki latar belakang sebagai dokter dan pernah menjabat sebagai Direktur RS Dayaku Raja Kota Bangun. Di bawah kepemimpinannya, rumah sakit ini menerapkan konsep rumah sakit tanpa kelas, di mana layanan kesehatan dibuat lebih inklusif dan terintegrasi dengan puskesmas setempat.

Konsep ini berhasil meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah tersebut. Selain itu, ia juga mencetuskan pembangunan rumah singgah bagi keluarrga pasien di RSUD Dayaku Raja di Kota Bangun, yang sangat bermanfaat bagi warga dari daerah terpencil seperti Muara Muntai dan wilayah hulu lainnya yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Dalam bidang pendidikan, Aulia mengawali studinya di SD 003 Kota Bangun, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Bangun dan SMUN 8 Samarinda. Ia meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di bidang Magister Administrasi Rumah Sakit di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas. Pendidikan ini menjadi dasar kuat bagi kontribusinya dalam pengembangan layanan kesehatan di Kukar.

Selain berkecimpung di dunia kesehatan, Aulia juga memiliki pengalaman dalam dunia usaha. Keterlibatannya di berbagai sektor ini menunjukkan kapasitasnya dalam manajemen dan pengelolaan sumber daya.

Perannya di dunia usaha mengantarnya menjabat Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar. Sementara posisinya di bidang politik saat ini tercatat sebagai wakil ketua DPC PDI Perjuangan Kukar. Dengan peran strategis di dua bidang ini, Aulia memiliki jejaring luas yang bisa menjadi modal kuat jika nantinya benar-benar diusung dalam PSU Pilkada Kukar.

Dukungan dan Tantangan ke Depan

Jika benar dicalonkan, Aulia akan menghadapi tantangan besar dalam PSU Pilkada Kukar. Meskipun pasangan Edi-Rendi meraih kemenangan lebih dari 67 persen dalam Pilkada 27 November 2024 lalu, konstelasi politik pasca-putusan MK bisa saja berubah. Pihak lawan, terutama dari kubu Dendi Suryadi-Alif Turiadi serta Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais, tentu akan berupaya memanfaatkan momentum untuk meraup suara dari kelompok pemilih yang belum menentukan sikap.

Namun, di sisi lain, soliditas koalisi partai pengusung tetap menjadi faktor penting. Ketua DPD Partai Gelora Kukar, Suriadi, sebelumnya telah menegaskan bahwa koalisinya tetap berkomitmen mendukung pasangan nomor urut 1.

Dengan endorsement dari Edi Damansyah, peluang kemenangan di PSU tetap terbuka lebar. "Kami tetap solid. Rendi Solihin tetap menjadi kandidat utama, dan siapapun pendampingnya nanti, kami yakin kemenangan tetap bisa dipertahankan," ujar Suriadi.

Menunggu Keputusan Final

Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari PDI Perjuangan mengenai siapa yang akan mendampingi Rendi Solihin dalam PSU. Namun, kemunculan nama Aulia Rahman Basri sebagai kandidat potensial semakin diperbincangkan. Dengan pengalaman di bidang kesehatan, bisnis, dan politik, ia dianggap sebagai figur yang mampu melanjutkan visi-misi pemerintahan sebelumnya.

Kini, publik menunggu keputusan final dari partai pengusung. Apakah Aulia Rahman Basri akan benar-benar maju sebagai calon bupati dalam PSU mendatang? Ataukah ada kejutan lain yang akan muncul dalam dinamika politik Kukar? Semua masih dalam teka-teki yang segera terjawab dalam waktu dekat. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Edi Damansyah Diskualifikasi #Edi Damansyah Rendi Solihin #Rendy Solihin