KALTIMPOST.ID-Nasib Jembatan Mahakam I Samarinda seperti menunggu waktu. Nyaris saban tahun, jembatan tertua di Kota Tepian itu kerap ditabrak oleh tongkang pengangkut batu bara maupun kayu.
Pada Minggu (16/2) sekitar pukul 15.50 Wita, kapal Tugboat MTS 28 yang menarik tongkang Indo Sukses 28 bermuatan kayu sengon itu menabrak akses vital penghubung Balikpapan-Samarinda itu.
Jembatan yang berusia 38 tahun itu sudah 22 kali ditabrak. Sudah beberapa kali pula fender jembatan hilang. Kini jembatan itu kembali kehilangan fender.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle menyatakan sikapnya setelah mendengar hasil investigasi dan uji di Jembatan Mahakam 1.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Balikpapan itu mengungkapkan jika memang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menyatakan jembatan aman, maka pihaknya bisa menerima dan mengapresiasi hasil keputusan berdasarkan rekomendasi pada rapat yang dilangsungkan pada 19 tersebut.
“Tapi perlu dipertimbangkan. Kita tidak hanya berbicara pada sisi akses daratnya. Namun juga lalu lintas sungainya. Di mana dengan tidak adanya fender, maka risiko terhadap Jembatan Mahakam semakin besar,” ucap politikus Gerindra itu.
Pertanggung jawaban kepada perusahaan kapal yang menabrak pun sebutnya harus dikawal. DPRD Kaltim, lanjutnya, hanya berkepentingan untuk merekomendasikan. Selebihnya, berada di tangan BBPJN Kaltim selaku pemilik kewenangan jembatan. “Harus jelas. Siapa, kapan, berapa angkanya, dari mana angka itu keluar untuk pengerjaan fender. Semua harus transparan dan jelas,” ulasnya.
Berikut insiden dari tahun ke tahun Jembatan Mahakam yang ditabrak oleh tongkang pengangkut batu bara maupun kayu:
26 Juni 2006. Pukul 21.00 Wita, Pilar 3 jembatan ditabrak oleh tongkang Marine Power 2308 bermuatan batu bara 5.000 MT ditarik oleh tugboat Dabo-14 dan TB Wijaya-11.
23 Januari 2010. Pukul 14.30 Wita, tiang jembatan ditabrak oleh tongkang RMN 352 bermuatan batu bara yang ditarik oleh tugboat KSA Anna-2 dan KSA Kumala.
30 September 2011. Pilar 3 jembatan mengalami keretakan setelah ditabrak oleh lima tongkang pengangkut batu bara secara bergantian.
15 Desember 2012. Pilar 3 ditabrak oleh tongkang pengangkut batu bara hingga membuat jembatan bergoyang.
27 Desember 2015. Pilar 3 ditabrak tongkang yang mengakibatkan kerusakan pada pilar bagian bawah dan selimut beton pilar bagian bawah terkelupas.
25 Januari 2016. Pilar 3 jembatan kembali ditabrak sebuah tongkang pengangkut batu bara.
14 Februari 2018. Fender pengaman tiang jembatan ditabrak oleh tongkang Capricorn 117 bermuatan kayu akasia yang ditarik oleh tugboat Capricorn 11.
29 April 2018. Pukul 14:00 Wita, pilar 3 ditabrak tongkang Bahari Perdana 018 bermuatan 8.000 ton batu bara yang ditarik tugboat Bahari Perdana XVIII.
15 Februari 2019. Kapal tongkang menabrak fender jembatan.
28 April 2019. Pukul 06:00 Wita, pilar jembatan kembali ditabrak tongkang Indo Sukses 25 yang mengangkut batang kayu. Tongkang ditarik tugboat Capricorn 126.
30 Juni 2019. Pukul 15.30 Wita, pilar 3 dan fender jembatan ditabrak oleh tongkang Robby 101 bermuatan batu bara yang ditarik tugboat Bloro 2.
17 November 2019. Pukul 20.15 Wita, tugboat Entebe Emerald 59 yang menarik tongkang Financia 37 bermuatan kosong menabrak pilar jembatan.
30 Agustus 2021. Pukul 06.30 Wita, pilar jembatan ditabrak oleh tongkang Intan Kelana 13 bermuatan batu bara 7.640 metrik ton yang ditarik tugboat TB JKW Mahakam 2.
28 Maret 2022. Pukul 06.00 Wita, pilar jembatan ditabrak empat tongkang sekaligus yang salah satunya bermuatan batu bara. Tongkang bernama GT 19, Dolphin 11, Dolphin 15, dan Dolphin 18.
23 Desember. Pilar jembatan ditabrak tongkang pengangkut batu bara yang ditarik Tugboat Mitra Anugerah.
16 Februari 2025. Pukul 15:50 Wita tongkang Indo Sukses 28 bermuatan kayu yang ditarik tugboat MTS 28 menabrak pilar jembatan. Menyebabkan kerusakan pilar 2 dan pilar 3.
Editor : Romdani.