KALTIMPOST.ID, Ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban eksploitasi online scam di Myawaddy, Myanmar, akhirnya bisa bernapas lega.
Setelah berbulan-bulan terjebak di wilayah konflik, mereka berhasil dievakuasi ke Thailand dan dipulangkan ke Indonesia pada Senin (18/3).
Momen pemulangan ini penuh haru. Dari 400 WNI yang diselamatkan, terdapat lima perempuan dalam kondisi hamil.
Mereka semua telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum akhirnya diterbangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat charter.
Baca Juga: Benarkah Dwifungsi ABRI Akan Kembali? Ini Fakta RUU TNI yang Dikecam Publik!
"Kami semua sangat bersyukur bisa pulang. Terima kasih kepada pemerintah Indonesia dan tim penyelamat yang telah membantu kami," ujar salah satu korban yang enggan disebutkan namanya.
Para WNI ini berasal dari berbagai daerah, dengan jumlah terbanyak dari Sumatera Utara, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, dan Sulawesi Utara.
Mereka dievakuasi melalui jalur darat menggunakan sembilan bus menuju Bandara Don Mueang Bangkok setelah sebelumnya melewati pemeriksaan ketat oleh otoritas Thailand.
Pemulangan ini tidak mudah. Butuh koordinasi intensif antara Tim Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok dan Yangon, serta Hubinter Polri.
Mereka memastikan seluruh proses berjalan lancar hingga WNI berhasil diseberangkan dari Myawaddy ke Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge.
Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand, Rachmat Budiman, turut memimpin langsung pemulangan para WNI ke Jakarta.
"Kami terus berupaya memastikan semua WNI selamat dan bisa kembali ke keluarga mereka di Indonesia," ujarnya.
Namun, ini baru tahap pertama. Masih ada 154 WNI lain yang menunggu giliran untuk diselamatkan. Proses evakuasi tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung hari ini, dengan target tiba di Jakarta pada Rabu (20/3). ***
Editor : Dwi Puspitarini