Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BI dan BAZNAS Kaltim Luncurkan Program QRIS Kasih Sayang Guru untuk Dukung Ekonomi Syariah

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 18 Maret 2025 | 23:41 WIB

Memperkuat digitalisasi pembayaran sekalian dorong ekonomi syariah. Untuk mendukung kesejahteraan 1.228 guru pondok pesantren di Kaltim. (
Memperkuat digitalisasi pembayaran sekalian dorong ekonomi syariah. Untuk mendukung kesejahteraan 1.228 guru pondok pesantren di Kaltim. (

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Memperkuat digitalisasi pembayaran sekaligus mendukung ekonomi syariah di Kalimantan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur bekerja sama dengan BAZNAS Kaltim meluncurkan program QRIS Kasih Sayang Guru Pondok Pesantren.

Program itu resmi diluncurkan dengan dukungan Kementerian Agama Kaltim dan Bankaltimtara Syariah, Senin (17/3). Peluncuran ditandai dengan pemindaian QRIS donasi secara bersama-sama menggunakan QRIS BAZNAS Pondok Pesantren.

Baca Juga: Pertambangan Masih Teratas, Tapi Justru Sektor Ini yang Beri Dampak ke Lapangan Kerja

“Program QRIS Kasih Sayang Guru bertujuan untuk mendukung kesejahteraan 1.128 guru pondok pesantren melalui donasi digital yang lebih mudah dan transparan. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui dua skema, yakni bantuan langsung nontunai kepada guru melalui Bankaltimtara Syariah dan pengembangan sarana prasarana pesantren guna mendukung digitalisasi ekonomi pesantren,” beber Kepala KPw BI Kaltim Budi Widihartanto.

Dia menyebut jika program tersebut bukan hanya meningkatkan solidaritas sosial, tetapi juga memperkuat budaya digital dalam zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara digital. Sejalan dengan tren pembayaran digital yang terus berkembang di Indonesia.

Baca Juga: Ekspor Migas dan Nonmigas Kaltim Meroket, Dongkrak PDRB

Budi menjelaskan, seiring dengan peningkatan adopsi QRIS di Kaltim, yang tumbuh 127 persen dengan transaksi mencapai Rp 1,19 triliun dari 8,7 juta transaksi pada Januari 2025. Dikatakan jika pondok pesantren kini memiliki peluang besar untuk terlibat dalam ekosistem digital.

“Samarinda mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang lebih tinggi, naik 232 persen secara tahunan dengan total transaksi senilai Rp 457 miliar dari 3,4 juta transaksi. Serta 205 ribu merchant atau 25 persen dari total di Kaltim,” lanjut Budi.

Tingginya adopsi transaksi digital membuka peluang besar bagi pondok pesantren. Untuk terlibat dalam ekosistem tersebut. Memanfaatkan QRIS guna meningkatkan efisiensi keuangan, menerima donasi, serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana sosial keagamaan.

Kepala BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan mengapresiasi langkah itu sebagai kolaborasi positif yang diharapkan dapat memperluas manfaat ZIS kepada masyarakat. “Pengelolaan ZIS melalui QRIS juga diharapkan dapat memperluas jangkauan, sehingga lebih banyak masyarakat yang terbantu dan dapat berkontribusi dalam program sosial bersama,” ungkapnya.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas sinergi dengan berbagai pihak, seperti organisasi keagamaan, pemda, perbankan, komunitas pendidikan, dan masyarakat umum, guna mendorong efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan serta mendukung digitalisasi ekonomi. Langkah itu diharapkan mampu memperkuat perekonomian berbasis syariah di Bumi Etam. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#Baznas kaltim #QRIS adalah #Pondok Pesantrean #Bank Indonesia Kalimantan Timur