Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Demo "Hands Off" Meluas di Amerika, Gelombang Protes di Berbagai Kota Menentang Kebijakan Presiden Trump

Erwin D. Nugroho • Minggu, 6 April 2025 | 19:05 WIB

 

Demonstran berkumpul di luar Gedung Capitol Negara Bagian Minnesota, salah satu unjukrasa selama protes nasional
Demonstran berkumpul di luar Gedung Capitol Negara Bagian Minnesota, salah satu unjukrasa selama protes nasional

KALTIMPOST.ID, Gelombang protes besar-besaran terjadi di seluruh Amerika Serikat pada 5 April 2025, dengan puluhan ribu demonstran berkumpul di berbagai kota.

Demo publik meluas untuk menentang kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump dan penasihat utamanya, Elon Musk.

Protes ini, yang dikenal dengan nama "Hands Off!", merupakan respons terhadap pemotongan anggaran federal yang signifikan dan kebijakan kontroversial lainnya yang dianggap merugikan berbagai kelompok masyarakat.​

Di Washington, D.C., ribuan orang berkumpul di National Mall, membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan yang menentang pemerintahan saat ini.

Baca Juga: Tarif Baru Trump Hantam 500 Orang Terkaya Dunia Termasuk Mark Zuckerberg dan Elon Musk, Tapi Kenapa Justru Orang Ini Untung?

Demonstrasi serupa juga terjadi di lebih dari 1.000 lokasi di seluruh negeri, termasuk New York City, Los Angeles, dan Chicago.

Para demonstran menyuarakan keprihatinan mereka terhadap pemotongan dana untuk program kesehatan, pendidikan, dan budaya, serta kebijakan imigrasi yang diperketat dan tarif perdagangan yang meningkat. ​

Salah satu fokus utama protes adalah peran Elon Musk, yang ditunjuk sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE).

Banyak yang mengkritik pengaruh Musk dalam pemerintahan, menuduhnya memprioritaskan efisiensi anggaran di atas kesejahteraan masyarakat.

Beberapa demonstran membawa balon bayi Trump dan spanduk dengan pesan seperti "Cállate, Elon, nadie votó por ti" (Diam, Elon, tidak ada yang memilihmu), mencerminkan ketidakpuasan terhadap peran Musk yang tidak terpilih secara demokratis. ​

Protes ini juga menyoroti kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan pemerintahan Trump, termasuk pengenaan tarif baru yang luas pada hampir semua mitra dagang AS.

Baca Juga: Trump Naikkan Tarif 32 Persen! Bisnis Indonesia Terancam, Rupiah Bisa Anjlok

Langkah ini telah memicu kekhawatiran akan inflasi yang lebih tinggi dan potensi resesi, dengan pasar keuangan mengalami penurunan tajam sebagai respons terhadap kebijakan tersebut. ​

Selain itu, tindakan keras pemerintahan terhadap kebebasan berbicara dan protes di kampus-kampus universitas telah menimbulkan kontroversi.

Pemerintah mengancam akan mencabut pendanaan federal dari institusi pendidikan yang mengizinkan protes "ilegal" dan berencana untuk memenjarakan atau mendeportasi agitator yang terlibat dalam demonstrasi tersebut. ​

Protes "Hands Off!" mencerminkan meningkatnya ketegangan dan perpecahan dalam masyarakat Amerika terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump dan peran Elon Musk dalam administrasi tersebut. Demonstrasi ini menunjukkan mobilisasi signifikan dari berbagai kelompok masyarakat yang menuntut perubahan dan peninjauan kembali kebijakan yang dianggap merugikan banyak pihak. (*)

Editor : Erwin D. Nugroho
#amerika serikat #demo hands off amerika #demo trump #donald trump #elon musk