Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Mengintip Gratispol Rudy-Seno di Ranwal RPJMD Kaltim 2025-2030, Tujuh Program Gratis dengan Lima Dinas Penggerak

Bayu Rolles • Senin, 7 April 2025 | 06:01 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas
Gubernur Kaltim Rudy Mas

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gratispol, program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas`ud dan Seno Aji, berisi tujuh janji gratis. Dari sekolah, kesehatan, makan bergizi, seragam, wifi, administrasi rumah, hingga perjalanan suci. Semua nol rupiah.

Ketujuh janji itu kini tengah disulam ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030. Lewat cetak biru pembangunan daerah ini, rencana program tujuh program prioritas itu ditetapkan, beserta target penerima. 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim sudah merilis rancangan awal (ranwal) RPJMD yang berisi Gratispol.

Lima lembaga bakal jadi penggerak ketujuh program ini. Mereka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud); Dinas Kesehatan (Diskes); Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo); serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Provinsi. 

“Kelima lembaga ini yang akan menjadi pengampu gratispol,” ucap Kepala Bappenda Kaltim, Yusliando, beberapa waktu lalu.

Pendidikan gratis misalnya, jadi urusan Disdikbud dan Biro Kesra. Ada 184.600 siswa SMA/SMK se-Kaltim yang ditarget jadi penerima manfaat program ini di 2025. 

Lima tahun ke depan, jumlahnya bertambah jadi 230.800 siswa. “Untuk mahasiswa S1, S2, hingga S3 dibagi berdasarkan lokasi perkuliahannya. Dalam dan luar Kaltim, serta luar negeri,” imbuhnya.

Di dalam Kaltim, ada 21.500 orang yang ditarget menerima program tersebut tahun ini dengan jumlah penambahan mencapai 108.000 orang di 2030. 

Di luar kaltim, tahun ini targetnya 650 mahasiswa dengan penambahan mencapai 1.600 orang lima tahun ke depan. Untuk luar negeri, ada 60 mahasiswa tahun ini dan penambahan 130 orang.  

Ada juga pendidikan gratis bagi mahasiswa jalur khusus atau kerja sama. Jumlahnya di tahun ini 1.500 orang dengan kenaikan 2 ribu mahasiwa lima tahun mendatang.

Untuk biaya, pada 2025, estimasi yang dibutuhkan sebesar Rp 796,7 miliar. “Untuk tahun-tahun berikutnya masih dalam perhitungan. Diperkirakan menyentuh Rp 1,1 triliun,” katanya. 

Selain pendidikan gratis, Disdikbud juga jadi penggerak untuk program seragam sekolah gratis sepanjang Rudy dan Seno memimpin Kaltim lima tahun ke depan.

Disiapkan enam stel pakaian dan satu sepatu per siswa. Anggarannya Rp 102,4 miliar tahun ini. target penerima 61.500 siswa SMA/SMK/MA hingga SLB. Jumlah penerima ditarget bertambah sebanyak 230.800 siswa lima tahun mendatang.

Diskes bakal pegang dua program, kesehatan dan makan bergizi gratis. Untuk yang pertama, berlaku bagi warga ber-KTP Kaltim dengan BPJS Kesehatan kelas III aktif. Targetnya 90 persen penduduk terbiayai di 2025 dengan plot pembiayaan Rp 231,4 miliar.

Makan bergizi gratis berupa pemberian makan tambahan (PMT) hanya menyasar pada ibu hamil, menyusui, serta balita. Tak bisa menyentuh anak sekolah lantaran ada program nasional yang sudah menangani.

“Penerima yang diutamakan pada keluarga berisiko stunting yang ada se-Kaltim. Di 2025, Bontang bakal jadi daerah percontohan program ini lewat peningkatan kapasitas kader dan kelembagaan posyandu,” jelasnya. Sasarannya, PMT ibu hamil dan menyusui sebanyak 5.800 orang sementara PMT balita sebanyak 33.500 bayi.

Internet gratis jadi urusan Diskominfo. Targetnya dua, semua desa punya jaringan internet dan memiliki pojok internet aktif. Ada 841 desa se-Kaltim yang menjadi sasaran tahun ini dengan 50 desa di antaranya, dipasang pojok internet.

DPUPR-Pera pegang urusan administrasi rumah gratis. Targetnya warga berpenghasilan rendah yang baru punya rumah pertama. Ada 1.000 orang untuk tahun ini dengan penambahan target mencapai 25 ribu orang di 2030. 

Terakhir, urusan perjalanan suci. Biro Kesra Setprov Kaltim yang menghandel. Program gratis ini ditujukan untuk imam dan penjaga rumah ibadah. Targetnya 750 orang di 2025 ini. “Setiap penerima akan dituangkan dalam surat keputusan sehingga tak ada penerima berulang di tahun selanjutnya,” tutup Yusliando. 

Meski masih rancangan awal, RPJMD yang tengah disempurnakan itu bakal menjadi buku panduan sejauh mana Gratispol yang diusung Rudy dan Seno direalisasikan.

Editor : Uways Alqadrie
#pemprov kaltim #seno aji #GUBERNUR KALTIM H RUDY MAS UD