KALTIMPOST.ID, JAKARTA- Jerman sedang ketar-ketir, tengah mempertimbangkan memindahkan tumpukan emas dalam jumlah besar dari brankas di New York, Amerika Serikat, karena kekhawatiran atas kebijakan Donald Trump yang tidak dapat diprediksi.
Dilansir the Telegraph, selama beberapa dasawarsa, Berlin menyimpan 1.200 ton cadangan emasnya yang terkenal, terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, di brankas yang terletak jauh di bawah tanah di Federal Reserve AS di Manhattan.
Kini, tokoh-tokoh senior dari partai konservatif Uni Demokrat Kristen (CDU), yang dijadwalkan akan memimpin pemerintahan Jerman berikutnya, telah membahas pemindahan emas tersebut dari New York karena kekhawatiran bahwa Washington bukan lagi mitra yang dapat diandalkan, menurut laporan surat kabar Bild.
“Tentu saja, pertanyaan ini muncul kembali,” kata Marco Wanderwitz, mantan menteri pemerintahan Jerman yang melepaskan kursinya di CDU di Bundestag tahun ini, kepada Bild.
Wanderwitz telah lama mengadvokasi kebijakan yang memungkinkan pejabat Jerman untuk secara rutin memeriksa emas tersebut—atau menariknya sepenuhnya.
Ia sebelumnya pernah melobi untuk mengunjungi cadangan emas dan memeriksanya secara langsung, tetapi permintaannya ditolak pada tahun 2012.
Kekayaan Jerman diperoleh setelah Perang Dunia II, ketika ekspor melonjak menghasilkan surplus perdagangan besar dengan negara-negara lain.
Surplus ini diubah menjadi emas di bawah sistem Bretton Woods.
Markus Ferber, anggota Parlemen Eropa dari CDU, mengatakan bahwa ia juga mendukung agar pejabat Jerman diizinkan untuk secara pribadi memeriksa emas tersebut.
30 Persen dari Cadangan Emas Dunia
“Saya menuntut pemeriksaan rutin terhadap cadangan emas Jerman. Perwakilan resmi Bundesbank harus secara pribadi menghitung batangan emas dan mendokumentasikan hasilnya,” katanya.
Kedua politisi tersebut berbicara kepada Bild sebelum Trump memberlakukan tarif besar-besaran terhadap Uni Eropa pekan ini, yang mungkin telah semakin memperkuat posisi mereka.
Nilai perkiraan cadangan emas Jerman di Manhattan adalah €113 miliar atau Rp 1.921 triliun dan mencakup 30 persen dari cadangan emas negara tersebut di seluruh dunia.
Memindahkan 1.236 ton memerlukan 123 pengiriman udara menggunakan pesawat Boeing 777, masing-masing mengangkut 10 ton. Dengan tarif asuransi saat ini (0,15% dari nilai per transit), total biaya asuransi melebihi USD 27 juta.
Biaya penanganan fisik, termasuk transportasi lapis baja dan resertifikasi batangan, bisa menambah USD 9,2 juta.
Sebelum krisis dengan pemerintahan Trump, menyimpan emas di brankas Amerika dianggap sebagai langkah yang masuk akal karena memberikan akses ke likuiditas dolar, jika diperlukan dalam situasi penurunan ekonomi yang parah.
Michael Jäger, anggota Asosiasi Wajib Pajak Eropa, mengatakan bahwa akan lebih baik untuk “membawa semua cadangan emas Jerman ke Frankfurt atau setidaknya ke Eropa secepat mungkin.”
Bild menghubungi Bundesbank untuk mendapatkan komentar tentang saran untuk memindahkan emas ke Frankfurt, tempat sekitar setengah dari cadangan Jerman disimpan. Sebanyak 13 persen cadangan emas lainnya disimpan di London.
Editor : Uways Alqadrie