KALTIMPOST.ID, PADANG PANJANG–Fakta baru terungkap dari kecelakaan mengerikan Bus ALS di Padang Panjang, Sumatera Barat, yang merenggut korban 12 orang.
Sopir bus sempat mengeluhkan kesulitan mengendalikan kecepatan kendaraan sebelum insiden tragis terjadi di kawasan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Dirlantas Polda Sumbar, AKBP Reza Chairul Akbar Sidiq menyatakan bahwa menurut keterangan sementara dari kernet, sopir sudah merasa ada masalah saat bus melintasi jalan dengan tanjakan dan turunan curam menuju Terminal Busur.
“Sopir mengeluh tidak bisa mengendalikan kecepatan. Sesaat sebelum kecelakaan, bus berbelok ke kiri lalu rebah dan menabrak pagar rumah warga,” ujar AKBP Reza, Selasa (6/5).
Baca Juga: Harapan Kardinal Suharyo Jelang Konklaf Paus Baru di Vatikan: Lanjutkan Semangat Paus Fransiskus
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan dibantu Subdit Laka Ditjakum Korlantas Polri. Diketahui pula bahwa bus sempat berhenti sejenak di kawasan Bukittinggi sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sistem keselamatan angkutan umum. Ia menilai pemangkasan anggaran sistem manajemen keselamatan (SMK) menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko kecelakaan.
Baca Juga: Tenggelamnya KMP Muchlisa, PPU Sampaikan Duka, Investigasi dan Perbaikan Sistem Jadi Prioritas
“Bus AKAP seharusnya diperiksa rutin. Sayangnya, banyak perusahaan memangkas anggaran keselamatan demi efisiensi. Bahkan KNKT juga kena imbas pemotongan anggaran,” tegas Djoko.
Menurutnya, efisiensi boleh dilakukan, tetapi tidak dengan mengorbankan aspek keselamatan penumpang. Ia mengingatkan bahwa kondisi ini hanya akan membuat kecelakaan seperti ini terus terulang.
Editor : Thomas Priyandoko