Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ekspor Kaltim Bikin Miris, Semua Sektor Turun Serentak, Pertanian Paling Parah

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 7 Mei 2025 | 12:42 WIB
SIGNIFIKAN: Ekspor hasil pertanian mengalami penurunan signifikan hingga 7,59 persen.
SIGNIFIKAN: Ekspor hasil pertanian mengalami penurunan signifikan hingga 7,59 persen.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Berbanding terbalik dengan sedikit kenaikan pada ekspor nonmigas ke 13 negara tujuan.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Kaltim pada Maret 2025 justru mengalami penurunan di semua sektor. Baik migas maupun nonmigas, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan, penurunan terdalam pada ekspor nonmigas dialami sektor industri, dengan nilai ekspor hasil industri merosot tajam sebesar 8,07 persen.

“Tak hanya itu, ekspor hasil pertanian juga mengalami penurunan signifikan sebesar 7,59 persen, sementara ekspor hasil pertambangan tercatat turun tipis sebesar 0,25 persen,” beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana.

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terlihat jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, atau year on year (yoy). Lagi-lagi, semua sektor ekspor Kaltim menunjukkan tren penurunan.

Sektor pertanian menjadi yang paling terpukul dengan penurunan nilai ekspor yang mencengangkan, mencapai 57,73 persen.

Sementara itu, ekspor hasil tambang dan hasil industri juga mengalami penurunan yang cukup dalam, masing-masing sebesar 29,17 persen dan 6,70 persen.

Penurunan serentak di semua sektor tentu menjadi perhatian serius bagi perekonomian Kaltim yang selama ini sangat bergantung pada sektor sumber daya alam.

“Meskipun mengalami penurunan, komoditas hasil tambang masih memegang peranan sentral dalam struktur ekspor Kaltim selama periode Januari hingga Maret 2025. Sektor ini menyumbang hingga 70,30 persen dari total nilai ekspor Kaltim,” ungkap Yusniar.

Di posisi kedua, sektor industri mencatatkan peranan sebesar 19,13 persen terhadap total ekspor.

Sementara itu, sektor migas berada di urutan ketiga dengan kontribusi sebesar 10,49 persen.

Meskipun sektor pertambangan masih dominan, penurunan yang signifikan secara tahunan mengindikasikan perlunya upaya diversifikasi ekspor yang lebih agresif.

Ketergantungan yang terlalu tinggi pada satu sektor rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan perubahan kebijakan di negara-negara tujuan ekspor.

RADEN RORO MIRA

Editor : Dwi Restu A
#nilai ekspor #badan pusat satistik #kaltim