Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, dilansir dari berbagai sumber, tenggelam sekita pukul pukul 22.56 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi hanya sekitar 25 menit setelah kapal berangkat, diduga akibat kebocoran mesin.
Kapal tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan yang termasuk 14 truk tronton.
Dari jumlah tersebut, menurut pencarian tim SAR gabungan hingga Kamis pagi (3/7/2025), sebanyak 22 korban telah ditemukan.
Dengan perincian, 20 orang adalah korban selamat Kapal Tunu Pratama Jaya. Sedangkan 2 korban meninggal Kapal Tunu Pratama Jaya.
Identitas Korban Kapal Tunu Pratama Jaya
Empat orang korban pertama yang ditemukan selamat di pesisir Pantai Cekik, Jembrana, Bali Barat adalah Sandi Wariawan, Kepala Kamar Mesin/Kru.
Kemudian, Manson, penumpang, warga Blimbingsari. Saroji, penumpang, warga Blimbingsari. Romi Alfa Hidayat, penumpang, warga Blimbingsari, Banyuwangi.
Para korban langsung dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis.
“Semua korban ditemukan dievakuasi ke Gilimanuk. Tim masih fokus pada penyelamatan jiwa,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, di posko Pelabuhan Ketapang.
Kronologi Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali
KMP Tunu Pratama Jaya mulai berlayar dari Pelabuhan Ketapang pada pukul 22.56 WIB. Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta membawa 22 kendaraan yang termasuk 14 truk tronton.
Pada pukul 23.20 WIB, sinyal darurat (distress signal) diterima oleh petugas pelabuhan. Sinyal itu dikirim oleh awak kapal yang melaporkan adanya kebocoran mesin, menyebabkan kapal kehilangan kendali di tengah laut.
Hanya 15 menit kemudian, sekitar pukul 23.35 WIB, kapal terpantau terbalik dan tenggelam oleh petugas jaga Syahbandar.
Petugas langsung menghubungi Basarnas dan instansi terkait untuk mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan.
Hingga saat ini, pencarian terus dilakukan. Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polairud, Syahbandar, BPBD, BMKG, dan Tagana dari wilayah Banyuwangi dan Jembrana. KN SAR Permadi juga dikerahkan dari Kantor SAR Surabaya.
“Saat ini ada tim dari Kantor SAR Surabaya juga yang merapat ke lokasi dan KN SAR Permadi yang dipersiapkan untuk berangkat mendukung operasi SAR,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit.
Untuk mempercepat pencarian, total 10 kapal dikerahkan di sekitar perairan Selat Bali. “Satu kapal tambahan telah diterjunkan, sehingga kini total 10 kapal dikerahkan di perairan Selat Bali,” terang Capt. Purgana, Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi. (*)
Editor : Almasrifah