KALTIMPOST.ID, Di tengah sorotan nasional atas groundbreaking proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terbesar se-Asia, ada kisah inspiratif dari balik layar.
Bukan event organizer (EO) dari Jakarta, melainkan Lexa Event asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dipercaya mengatur seluruh teknis seremoni bersejarah ini.
Adam Dustin Bhakti, CEO muda Lexa EO, menjadi motor penggerak suksesnya acara yang digelar hybrid di dua lokasi, Karawang, Jawa Barat, dan Halmahera Timur, Maluku Utara.
Keberhasilan Lexa EO bukan hanya soal teknis acara, tapi juga simbol kepercayaan pada sumber daya manusia (SDM) kreatif dari luar Pulau Jawa.
“Ini bukan sekadar proyek event. Ini kehormatan. Kami dari Balikpapan, tapi kami bawa standar kerja yang sama tingginya dengan EO mana pun di Jakarta atau luar negeri,” tegas Adam Dustin Bhakti.
Baca Juga: Heboh Empat Pulau Cantik RI Dijual di Situs Online, Ini Penjelasan Nusron Wahid
Kisah Adam dan timnya membuktikan bahwa anak daerah mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional, jika diberi kesempatan dan kepercayaan.
Lexa EO mengatur seluruh protokol VVIP, tata artistik, hingga integrasi visualisasi proyek senilai USD 5,9 miliar (sekitar Rp96 triliun).
Nama Lexa EO kini tercatat sebagai EO daerah yang menembus panggung nasional, memperkuat kepercayaan dari pihak Istana dan mitra internasional.
Adam Dustin Bhakti menegaskan, “Kami bersyukur bahwa anak daerah bisa tampil dan dipercaya di panggung sebesar ini. Semoga ini jadi inspirasi bagi pelaku industri kreatif dari daerah lain. Kami dari daerah, untuk Indonesia dan kami bangga menjadi bagian dari masa depan bangsa,” tutupnya.
Baca Juga: Update Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 2 Juni-Juli 2025, Pastikan Data dan Rekeningmu!
Groundbreaking ini menandai dimulainya pembangunan ekosistem industri baterai listrik terintegrasi oleh konsorsium PT Aneka Tambang (Antam), PT Indonesia Battery Corporation (IBC), dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dari Tiongkok—gabungan CATL, Brunp, dan Lygend.
Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung menyebut proyek ini sebagai simbol kolaborasi besar antarnegara dan kesinambungan visi hilirisasi nasional.
“Proyek ini sudah dimulai empat tahun lalu. Saya selalu tekankan pentingnya menghormati peran pemimpin sebelumnya. Ini proyek kolosal, dan kita bisa bekerja sama dengan mitra dari Tiongkok untuk energi bersih masa depan,” ujar Prabowo.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menambahkan, “Teknologi belum sepenuhnya kita kuasai, maka kita bekerja sama dengan CATL, produsen baterai terbesar di dunia,” jelasnya.
Proyek ini mencakup enam subproyek, lima di Halmahera Timur dan satu di Karawang, dan diperkirakan menyerap hingga 35.000 tenaga kerja serta menggerakkan industri pendukung seperti pelabuhan dan logistik.
Di balik nilai investasi besar dan kehadiran pejabat tinggi negara, suksesnya acara ini menjadi cermin kemampuan SDM kreatif dari luar Jawa.
Adam berharap, kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda daerah lainnya.
“Kami dari daerah, untuk Indonesia dan kami bangga menjadi bagian dari masa depan bangsa,” pungkasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini