Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dikira Evakuasi Ular, Ternyata Petugas Damkar Dijebak untuk Tagih Utang Pinjol!

Dwi Puspitarini • Senin, 7 Juli 2025 | 18:13 WIB
Ilustrasi petugas Damkar yang mengevakuasi ular piton sepanjang 4 meter yang gegerkan warga.
Ilustrasi petugas Damkar yang mengevakuasi ular piton sepanjang 4 meter yang gegerkan warga.

KALTIMPOST.ID, Deru sirene mobil pemadam kebakaran memecah keheningan di wilayah Setu, Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/7) lalu.

Enam orang petugas bergegas, siaga penuh untuk menaklukkan seekor ular besar yang dilaporkan terjebak di dalam septic tank sebuah rumah.

Namun, alih-alih menemukan reptil berbahaya, mereka justru disambut kebingungan dan sebuah jebakan licik.

Petugas penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi kembali menjadi korban akal bulus oknum yang diduga kuat adalah debt collector (DC) pinjaman online (pinjol).

Layanan darurat yang seharusnya untuk menyelamatkan nyawa, kini dimanfaatkan sebagai alat untuk menagih utang.

 Baca Juga: Bukan Teror, Tapi Layangan! Ini Ancaman Nyata di Langit Bandara Soetta

Kronologi Jebakan 'Ular di Septic Tank'

Semua bermula dari sebuah panggilan telepon yang terdengar sangat meyakinkan. Seorang pelapor dengan nada panik meminta bantuan evakuasi ular.

Petugas Damkar Kabupaten Bekasi, Adi Nugroho, menuturkan bagaimana si penelepon berhasil membuat timnya bergegas ke lokasi.

"'Cepat, Pak, ularnya gede ini dalam septic tank, kita takut' gitu. Makanya kita segerakan luncur ke sana," kata Adi menirukan ucapan si pelapor.

Namun, setibanya di lokasi, kejanggalan langsung terasa. Pemilik rumah yang didatangi justru mengaku tidak pernah menelepon damkar dan tidak menemukan ular sama sekali di rumahnya. Curiga, petugas pun mencoba menghubungi kembali si pelapor.

Di sinilah modus licik itu terungkap. Si pelapor meminta petugas untuk menyerahkan ponselnya kepada pemilik rumah.

 Baca Juga: Elon Musk Bikin Partai Politik Baru, Donald Trump Murka: Konyol dan Akan Gagal

Salah satu anggota tim kemudian berinisiatif memancing dengan berpura-pura menjadi pemilik rumah. Seketika, nada bicara di seberang telepon berubah drastis.

"(Anggota terima telpon) 'halo, Pak, saya pemilik rumahnya'. (Pelapor jawab) 'kamu Iwan ya?' Terus tahu-tahu dia langsung kata-kata kasar gitu, makian gitu terus, macem-macem-lah 'bayar utang lu'," ungkap Adi.

Sadar telah dijebak, tim damkar pun langsung memutus telepon dan kembali ke markas.

Bukan yang Pertama Kali

Yang lebih membuat miris, ini bukanlah insiden tunggal. Menurut Adi, ini adalah kali ketiga mereka mengalami kejadian serupa, di mana layanan darurat mereka disalahgunakan untuk kepentingan penagihan utang.

"Bahasanya sudah tidak pantas, penuh ancaman. Jelas sekali ini bukan laporan darurat, melainkan modus penagihan utang oleh debt collector," tegas Adi.

Ia mengecam keras tindakan manipulatif ini. Laporan palsu tidak hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan sumber daya negara, tetapi juga berpotensi membahayakan nyawa orang lain yang mungkin benar-benar membutuhkan pertolongan cepat pada saat yang bersamaan.

Pihak Disdamkarmat Kabupaten Bekasi kini tidak tinggal diam. Mereka tengah berdiskusi untuk menindaklanjuti insiden ini secara serius, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melacak dan menyelidiki si penelepon iseng tersebut.

"Kami minta aparat penegak hukum segera bertindak. Ini bukan cuma mencoreng nama baik, tapi juga membahayakan orang lain yang mungkin benar-benar butuh pertolongan cepat," pungkas Adi. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#utang #damkar bekasi #evakuasi ular #pemadam kebakaran #laporan palsu #DC Pinjol #modus penipuan #debt collector