KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Golkar Kaltim bersiap menggelar musyawarah daerah (musda). Tapi kali ini, panggung adu gagasan berebut komando beringin itu justru senyap dari hiruk-pikuk.
Berstatus petahana sejak 2020, peluang Rudy Mas`ud untuk kembali menggenggam Golkar di tanah Etam, terbuka lebar. Dia jadi satu-satunya calon yang sudah melamar.
Meski begitu, Rudy menyebut, isu calon tunggal yang deras mengemuka jelang musda Golkar masih mungkin terpatahkan. “Saya memang masih jadi satu-satunya yang mendaftar. Tapi peluang bagi kader lain maju masih terbuka lebar,” akunya, Selasa, 8 Juli 2025.
Gubernur Kaltim itu tak risau jika dinamika politik dalam penjaringan pemimpin beringin itu dianggap tak bergairah. Toh, saat ini penjaringan masih bergulir. Masih ditahap pengembalian formulir, belum ke ranah verifikasi berkas pencalonan.
Namun dia optimis dan siap jika kembali mendapat mandat memimpin Golkar lima tahun ke depan. “Kalau dipercayakan, siap jalankan. Itu amanat dan mandat para kader di Kaltim,” tuturnya.
Di Kaltim, Golkar bukan partai baru. beringin punya sejarah panjang mencetak kader-kader berkompeten. Baik di eksekutif atau legislatif. “Soal calon tunggal itu bergantung melihatnya saja. Ruangnya masih terbuka lebar,” tegasnya mengakhiri.
Sebelumnya, penjaringan bakal calon ketua DPD Golkar Kaltim yang dibuka sejak 19 Juni lalu bergulir senyap. Hanya Rudy Mas`ud yang mengambil formulir dalam penjaringan yang dibuka tim pengarah atau Steering Committee (SC) hingga 6 Juli 2025.
Dan Rudy juga jadi satu-satunya orang yang mengembalikan berkas pencalonan tersebut.
Politikus Golkar, Andi Satya Adi Saputra, yang mewakili Rudy Mas`ud mengembalikan formulir mengklaim dukungan para pemilik suara dalam musda bulat ke Gubernur Kaltim tersebut.
Editor : Uways Alqadrie