Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Viral! Anak di Balikpapan Menangis Tak Bisa Ranking 1, Ibunya Malah Paksa Jualan

Thomas Dwi Priyandoko • Kamis, 10 Juli 2025 | 14:15 WIB
Tangkapan layar anak yang menangis karena tak bisa ranking 1 dan dipaksa ibunya jualan.
Tangkapan layar anak yang menangis karena tak bisa ranking 1 dan dipaksa ibunya jualan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN-Sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan seorang anak perempuan yang menangis tersedu-sedu di hadapan ibunya.

Dalam video berdurasi singkat itu, gadis berbaju kuning dengan bagian lengan hitam dan putih tersebut menahan tangis, lantaran sang ibu memaksanya untuk berjualan karena diduga ia gagal meraih ranking 1 di sekolah.

Sang ibu beberapa kali mengarahkan tangannya kepada sang wajah anak tersebut dan sekali terlihat memukulnya.

“Makanya kubilang selama ini kasih bagus nilaimu. Kasih bagus nilaimu. Kasih bagus nilaimu biar tidak sepert ini,” katanya dalam sebuah video viral di X yang direpost oleh @txtbpn.

Latar video tampak berada di bagian rumah dengan latar dinding rumah yang kusam, serta ember dan rak sepatu.

Wajah ibunya tidak terlihat, namun suara dan tekanan emosional yang dialami anak itu terasa sangat kuat.

“Sekarang kamu kan tidak ada harapan buat lanjut sekolah, jadi kamu mulai besok pagi-pagi pergi jualan. Sekarang kamu jadi tulang punggung sekolah, tidak ada lagi kata-kata mau sekolah,” kata sang ibu yang sembari memukul lagi.

Setelah itu, sang gadis masih menangis dan sang ibu terus naik emosinya.

“Makanya selama ini kubilang kamu harus bisa ranking 1. Karena Balikpapan ini, dia butuh ranking 1 baru bisa lanjut sekolah! Tapi kamu gak bisa, gak bisa usahakan dapat ranking 1,” terangnya.

Dalam video lanjutannya, sang ibu masih memarahi sang gadis. Kemudian pada video kedua ada ada perempuan lagi sedang duduk yang diduga adalah adik dari sang gadis yang dimarahi tadi.

Sang ibu juga mengancam agar anak tersebut mendapat nilai yang bagus tidak seperti sang kakak.”Kalau kamu tidak mau seperti dia, kasih bagus nilaimu. Daripada kukirim kamu ke jalanan, minta-minta di dalmpu merah,” ujarnya.

Video ini menuai reaksi besar dari warganet. Banyak yang merasa prihatin atas tekanan berlebihan yang diberikan kepada anak, terutama soal capaian akademik.

“Klo mau anaknya ranking, ya belajar, di bimbing juga sebagai orang tua, bukan malah di salahin, di suruh jualan,” tulis @Xtya_EK.

 Tak sedikit pula yang menyoroti pentingnya mendukung proses belajar anak tanpa menekannya dengan tuntutan yang ekstrem.

“Pastikan saja dulu kita harus kasih anak fasilitas yang dia perlukan jika harus dapat peringkat sesuai keinginan ortu,” tambah @lucysvsudin.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#prihatin #Ranking 1 #viral #berjualan #pendidikan #balikpapan