Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tarik Ulur Tarif Promo Ojol: Pemprov Usulkan Uji Coba Tiga Bulan, Pengemudi Minta Dihapuskan

Bayu Rolles • Sabtu, 12 Juli 2025 | 05:16 WIB

Fasilitasi masalah tarif ojol yang ditempuh Pemprov Kaltim belum maksimal. Para pengemudi menuntut penghapusan promo.
Fasilitasi masalah tarif ojol yang ditempuh Pemprov Kaltim belum maksimal. Para pengemudi menuntut penghapusan promo.
KALTIMPOST.ID, Pertemuan terbatas Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji bersama dua aplikator transportasi daring di VVIP Room bandara SAMS Balikpapan pada 9 Juli lalu berakhir dengan tarik ulur masalah.

Kemelut tarif promo ojol yang meruncing dan dianggap para mitra merugikan mereka, berakhir dengan kompromi.

Pemprov mengajukan usul lain, menguji coba dahulu penghapusan promo ongkir di layanan pengantaran makanan.

“Dicoba dulu tiga bulan, hingga Oktober mendatang,” kata Seno ketika duduk semeja dengan perwakilan aplikator saat itu.

Meski aplikator merasa keberatan dengan usul itu lantaran ada beberapa kendala teknis dan operasional.

Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.673/2023 jadi payung hukum dalam pengaturan tarif angkutan sewa khusus seperti transportasi daring.

Regulasi itu jadi pegangan Pemprov agar para aplikator mematuhi aturan main beroperasional di tanah Etam.

“Kami konsisten mengacu keputusan itu. Tuntutan para mitra juga merujuk aturan itu,” tukasnya.

Suara kecewa mengemuka dari Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB). Hingga 11 Juli 2025, promo itu tak juga diubah.

“Promo masih ada,” kata Lukman, perwakilan AMKB. Aplikator, disebutnya, hanya menghadirkan kemasan baru dengan isi yang tak jauh berbeda.

Tarif batas bawah di program slot atau double order dinaikkan ke Rp7.500. “Dan itu bukan yang kami, para mitra minta,” lanjutnya.

Sejak polemik ini mengemuka akhir Mei lalu, pola tarif batas bawah itulah yang ditolak para pengemudi ojol.

Dan di sejumlah aksi yang digelar, tuntutan mereka selalu sama. Menghapus promo itu lantaran beban promosi justru dibebankan ke pengemudi. Bukan ditanggung aplikator.

Lukman berharap Pemprov bisa tegas dalam mencari solusi dari meruginya para ojol karena promo yang menggiurkan pengguna layanan malah menjadi beban mereka.

“Kami minta keputusan Gubernur itu bisa benar-benar dijalankan,” katanya mengakhiri. (*)

Editor : Almasrifah
#tarif #seno aji #Bandara SAMS Balikpapan #ojol #gubernur kaltim