“Kami tidak hanya turun tangan, tapi juga turun ke lapangan,” kata Rudy. Untuk mempercepat pembangunan jalan itu, Gubernur mengaku telah mengomunikasikan masalah ini ke pusat.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Doddy Hanggodo juga telah mendukung penuh dalam pembenahan infrastruktur di Kaltim. “Dukungan pusat itu jadi angin segar buat kita semua,” lanjutnya.
Kepala Dinas PUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menuturkan sudah ada kegiatan rekonstruksi jalan yang ditangani Pemprov. Tapi panjangnya hanya 16 kilometer dengan estimasi anggaran yang diperlukan berkisar Rp200 miliar.
Dalam catatan PUPR-Pera, panjang akses penghubung Talisayan-Tanjung Redeb sekitar 151 km. Dari ruas itu, 135,35 km bisa dikatakan berstatus mantap dan sisanya belum.
Sementara dari Talisayan ke Kutai Timur punya panjang 98,33 km, dengan jalan kondisi baik sekitar 45,03 km. Akses lain, dari Simpang 4 Kaliorang di Kutai Timur ke batas Kabupaten Berau panjangnya mencapai 149,17 km.
Akses ini perlu perhatian lebih karena hanya 42,92 km yang sudah mantap. “Masih ada 106,26 km yang belum mantap,” akunya.
Total, ada sembilan kegiatan strategis terkait pembangunan atau pemeliharaan jalan perbatasan Kutim-Berau yang ditangani Pemprov dan tengah diakselerasi.
Mengingat, terbukanya konektivitas ini diyakini mampu membuka jalur logistik hingga pertumbuhan ekonomi bagi kedua kabupaten tersebut.
Editor : Uways Alqadrie