KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kilauan mahkota Miss Education Indonesia 2025 kini bertengger di kepala seorang gadis kelahiran Samarinda. Dialah Dhea Yudita.
Perempuan kelahiran Samarinda itu menorehkan sejarah sebagai perwakilan Kaltim pertama yang menyabet gelar nasional dalam ajang Putera Puteri Pendidikan Indonesia (PPPI) yang digelar pertengahan Juli lalu.
Perempuan yang lahir 19 tahun lalu tersebut kini menempuh pendidikan sebagai mahasiswi semester 3 di program studi Ilmu Komunikasi di President University. Sebelumnya Dhea juga merupakan alumni SMA Plus Melati Samarinda.
“Gelar ini bukan hanya untuk saya. Ini untuk seluruh anak muda di daerah yang sering merasa tak punya panggung. Saya adalah bukti bahwa asal dari daerah bukan halangan untuk bersinar secara nasional dan global,” ujarnya.
Dengan gelar ini, Dhea dipastikan akan melaju ke ajang pendidikan internasional pada tahun 2026 untuk membawa nama Indonesia ke dunia.
“InsyaAllah tahun depan saya akan berdiri di panggung internasional, membawa nilai-nilai pendidikan, budaya, dan semangat anak muda Indonesia,” tambahnya.
Dibalik prestasinya, Dhea mengangkat program advokasi bertajuk “Satu Kata, Ribuan Arah”. Sebuah gerakan literasi emosi yang ditujukan untuk generasi muda. Program ini lahir dari kepekaannya terhadap pentingnya pengelolaan emosi dan komunikasi yang sehat di kalangan pelajar.
“Saya percaya bahwa satu kata yang tepat bisa mengubah arah hidup seseorang. Maka dari itu, saya ingin menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi generasi muda untuk mengenal dan menyuarakan perasaannya,” jelasnya.
Dhea mengungkapkan bahwa ada banyak pihak yang turut berperan besar dalam keberhasilannya. “Saya tidak akan bisa sampai di titik ini tanpa doa dan dukungan kedua orangtua saya, teman-teman yang selalu menyemangati, masyarakat Kaltim yang memberi kepercayaan, serta Regional Director Kaltim yang luar biasa dalam membantu semua persiapan saya, mulai dari kostum, perlengkapan, hingga detail hairdo,” ucapnya penuh rasa terima kasih.
Sebagai representasi dari Kaltim, Dhea menyampaikan pesan khusus untuk masyarakat dan anak muda Indonesia.
“Tentunya saya memiliki peran khusus, yaitu untuk menjadi suara bagi mereka yang selama ini belum terdengar. Saya ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal sekolah, tetapi juga tentang karakter, komunikasi, dan keberanian untuk berubah. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan sekitar, dan terus bergerak maju bersama.” (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo