Korsleting listrik diduga jadi biang penyebabnya. Insiden yang terjadi di rumah sakit pelat merah itu tak luput dari perhatian DPRD Kaltim.
Menurut para dewan, evaluasi menyeluruh sistem kelistrikan di RSUD jadi hal mendesak. Hal ini disampaikan Andi Satya Adi Saputra, wakil ketua Komisi IV DPRD Kaltim ketika meninjau lokasi paska kebakaran.
“RSUD rumah sakit rujukan utama di Kaltim. Jangan sampai memicu krisis pelayanan publik,” katanya di sela-sela peninjauan.
Belum dua bulan, korsleting yang memicu kebakaran juga terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Gedung RSUD AWS memang tak lagi muda.
Dua dekade sudah bangunan berdiri dan memang harus ada perawatan rutin sejumlah aspek. Dari struktur bangunan, sistem kelistrikan, hingga alat-alat kesehatan.
“Dan listrik jadi yang paling mendesak perlu ditempuh. Agar insiden yang terjadi tak terulang,” sambungnya.
Politikus Golkar itu melanjutkan. Komisi IV, kata dia, akan mengawal pembenahan sistem keamanan di rumah sakit milik Pemprov Kaltim tersebut.
Kebakaran yang meludeskan dua ruangan itu jadi penanda perlu ada perbaikan serius di AWS. “Konsekuensinya berat jika terjadi lagi insiden serupa,” tegasnya.
Hasil peninjauan bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, terungkap kerusakan terparah ada di ruang rapat.
Untuk ruangan fisioterapi masih dapat digunakan meski ada kerusakan di beberapa sisi. Selepas pemeriksaan dari kepolisian rampung, pelayanan publik pun disebut Andi Satya bakal normal kembali. (*)
Editor : Almasrifah