Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Empat Senior Penganiaya Prada Lucky Sudah Ditahan, Serma Christian Namo Minta Pelaku Dihukum Berat

Uways Alqadrie • Jumat, 8 Agustus 2025 | 13:13 WIB

Prada Lucky Chepril Saputra Namo
Prada Lucky Chepril Saputra Namo
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI Angkatan Darat yang baru dua bulan dilantik, meninggal dunia di ICU RSUD Aeramo, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (6/8/2025) setelah mengalami trauma berat akibat dugaan penganiayaan oleh seniornya.

Polisi Militer (POM) TNI telah menangkap empat prajurit yang terindikasi kuat melakukan penganiayaan tersebut. 

“Betul, sudah ada empat prajurit TNI yang diamankan pihak POM karena terindikasi kuat melakukan penganiayaan hingga korban mengalami trauma berat,” kata Dandim 1625 Ngada, Letkol Czi Deny Wahyu Setiyawan, Jumat (8/8/2025).

Keempat prajurit kini ditahan di ruang tahanan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Ende. Pemeriksaan terhadap sejumlah prajurit yang diduga terlibat telah dilakukan sejak Rabu (6/8/2025) malam.

Pangdam IX Udayana memerintahkan kasus ini ditangani secara transparan dan memantau langsung proses penyelidikan.

Ayah korban, Sersan Mayor Christian Namo, meminta negara hadir untuk mengungkap dan menghukum para pelaku. 

Dia mengaku kecewa karena dua rumah sakit di Kota Kupang menolak melakukan autopsi terhadap jenazah anaknya. Menurutnya, tubuh Prada Lucky penuh lebam, memar, luka sayat, dan bekas sundutan rokok.

Prada Lucky bertugas di Batalion Teritorial Pembangunan (TP) 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, yang baru sebulan ditempatkan di wilayah tersebut untuk program pembangunan masyarakat. 

Dugaan penganiayaan terhadap prajurit junior oleh senior bukan kali ini saja terjadi. Pada 2023, Prada MZR tewas setelah dianiaya enam seniornya di Batalion Zeni Tempur 4/TK.

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Infanteri Candra mengatakan kasus ini sedang ditangani secara intensif oleh instansinya Para personel TNI AD yang diduga terlibat dalam penganiayaan Prada Lucky sudah ditahan. Namun dia tidak menjelaskan berapa jumlah prajurit yang diduga terlibat.

Prada Lucky Chepril disebut baru masuk TNI pada awal tahun ini. Dia ditugaskan di Batalion TP 834 Wakanga Mere yang terletak di Kabupaten Nagekeo, NTT.

Prada Lucky mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kecamatan Aesesa, NTT, pada Rabu, 6 Agustus 2025. Korban sempat dirawat beberapa hari sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Tak Berkutik Saat Ditangkap KPK di Makassar: Sore Ini Diterbangkan ke Jakarta

Petugas yang mengurusi jenazah Prada Lucky menyebutkan ada beberapa luka sayat dan lebam di tubuh korban. Bekas luka akibat sundutan rokok juga terlihat pada punggung Prada Lucky.

Editor : Uways Alqadrie
#Korem 161 Wira Sakti #Prada Lucky Chepril Saputra Namo #Kodam IX Udayana #Kodam Udayana