Dalam suasana haru, Sepriana bahkan berlutut di hadapan Pangdam sambil memohon keadilan atas kematian putranya yang diduga tewas akibat penganiayaan rekan sesama prajurit.
“Saya mencintai TNI. Suami dan anak saya tentara, Bapak. Saya hanya ingin keadilan,” ucap Sepriana dengan suara bergetar.
Ia meminta agar tidak ada lagi tuduhan yang mencoreng nama baik putranya. Menurutnya, Lucky merupakan tulang punggung keluarga dan masih memiliki tanggungan untuk membantu dua adiknya yang duduk di bangku sekolah dasar.
“Jangan ada fitnah lagi. Dia penopang hidup saya,” ujarnya sambil terisak.
Sebelumnya, pihak TNI AD telah menetapkan 20 prajurit sebagai tersangka dalam kasus kematian Prada Lucky. Proses hukum terhadap para terduga pelaku saat ini masih berjalan.
Editor : Uways Alqadrie