Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelucutan Senjata Hezbollah Bikin Lebanon Terancam Perang Saudara,

Thomas Dwi Priyandoko • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Pemimpin Hezbollah Naim Qassem saat menyampaikan pidato melalui siaran televisi, Jumat (15/8).
Pemimpin Hezbollah Naim Qassem saat menyampaikan pidato melalui siaran televisi, Jumat (15/8).

LEBANON-Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menuding pemerintah Lebanon telah “menyerahkan” negara itu kepada Israel. Pernyataan itu dikeluarkan menyusul pemerintah Lebanon mendorong rencana perlucutan senjata kelompoknya. Ia menegaskan siap melawan kebijakan tersebut.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Jumat (15/8), Qassem menyebut langkah pemerintah itu sebagai “perintah Amerika-Israel” untuk mengakhiri perlawanan. “Pemerintah sedang melaksanakan perintah mereka, meski berpotensi memicu perang saudara dan perpecahan internal,” katanya.

Qassem baru saja bertemu dengan kepala keamanan tertinggi Iran, sekutu lama Hezbollah. Ia memperingatkan kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata selama agresi dan pendudukan Israel terus berlangsung. “Kami akan melawan proyek Amerika-Israel ini dengan segala cara, berapa pun biayanya,” ujarnya.

Rencana perlucutan senjata Hezbollah semakin menguat setelah perang tahun lalu dengan Israel yang membuat kelompok itu melemah. Di bawah tekanan Amerika Serikat, pemerintah Lebanon memerintahkan militer menyusun strategi untuk menuntaskan perlucutan senjata pada akhir tahun ini.

Qassem menyerukan pemerintah agar tidak “menyerahkan Lebanon kepada agresor Israel yang rakus atau tirani Amerika yang tamak tanpa batas”.(*)

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#timur tengah #perang saudara #Israel #lebanon