Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pasokan Beras ke Kaltim Seret, Distributor Hanya Bisa Kirim Seperempat dari Suplai Normal

Bayu Rolles • Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:50 WIB

Dalam rapat koordinasi di Kegubernuran Kaltim, Selasa (19/8), perwakilan distributor beras di Kaltim mengaku ada keterlambatan pengiriman dari produsen tiga bulan terakhir. (RAMA/KP)
Dalam rapat koordinasi di Kegubernuran Kaltim, Selasa (19/8), perwakilan distributor beras di Kaltim mengaku ada keterlambatan pengiriman dari produsen tiga bulan terakhir. (RAMA/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Macetnya distribusi beras di Kaltim sudah lebih lama dirasakan para distributor. Tiga bulan terakhir, suplai dari produsen sudah megap-megap. Keluhan itu diutarakan perwakilan distributor beras yang hadir di Coffe Morning bersama Pemprov Kaltim, Selasa, 19 Agustus 2025.

"Tiga bulan terakhir memang ada keterlambatan distribusi," aku Erwin Setiawan, penyalur beras premium merek Sedap Wangi. Pekan lalu, pengiriman beras ke sejumlah pedagang dan ritel modern hanya seperempat dari biasanya sekitar 400 ton di Balikpapan dan Samarinda. "Pekan lalu hanya 100 ton yang bisa didistribusikan karena suplai belum ada," akunya.

Masalah mereka tak sekadar soal ketersediaan stok dari produsen. Ada juga tentang persaingan mendapat bahan baku dari Pulau Jawa hingga kepastian harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di Kaltim. HET yang konstan, sebut dia, bisa menjadi garansi bagi penyalur agar tak merugi ketika harga jual dipasaran terlalu lentur. "Perubahan HET yang tiba-tiba bisa bikin kami merugi. Makanya kami lebih hati-hati," jelasnya.

Baca Juga: Stok Beras di Kaltim Mandek Sepekan, Distribusi Tersendat Imbas Temuan Beras Premium Bermasalah

Adanya temuan kualitas beras tak sesuai aturan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim beberapa waktu lalu, sudah direspons cepat pihaknya lewat pengujian lab untuk memperbaiki kualitas beras yang akan dipasarkan.

Waktu pendistribusian dari produsen di Jawa Timur juga tak singkat. Umumnya memakan waktu lima hingga tujuh hari untuk sampai ke Kaltim. Rentang waktu itu belum termasuk dengan pemeriksaan mutu hingga pengemasan.

Felix, distributor beras merek Kura-Kura mengaku stok beras di gudang penyimpanan miliknya ada sekitar 250-300 ton saja. Hasil inspeksi Satuan Tugas Pangan soal mutu beras juga sempat membuat distribusi mereka tersendat. "Hasil koordinasi dengan pabrik, kualitas akan dipastikan sesuai ketentuan," jelasnya.

Baca Juga: Sempat Kosong, Beras Jempol dan Mawar Kembali Beredar di Pasar Tradisional Balikpapan

Distributor beras Tiga Mangga, Yandy, mengaku stok mereka hanya berkisar 70 ton saat ini. Tapi ada juga yang sedang dalam perjalanan. "Ada sekitar 75-100 ton. Ditambah harga bahan baku mengalami kenaikan," tuturnya.

Kondisi serupa dirasakan Edho, distributor beras merek Bondy. Pihaknya juga hanya punya sekitar 70 ton yang bisa diedarkan. "Ada kondisi mutu itu yang perlu dibenahi pabrik. Sehingga yang bisa terdistribusi hanya sekitar 25 persen dari biasanya," akunya singkat. Atas kondisi itu, gubernur Kaltim sudah meminta Bulog untuk menyalurkan stok yang tersimpan ke pasaran meski kualitasnya hanya medium. Bukan premium. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#beras langka #distributor beras #kaltim #beras premium langka