KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Misteri kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, makin terkuak. Dari keterangan istri salah satu tersangka, muncul dugaan bahwa uang Rp 8 juta ikut mengalir untuk biaya aksi kejahatan tersebut.
Perempuan berinisial M, istri dari Andre – salah satu pelaku, mengaku panik usai suaminya digelandang polisi. Kepada Ketua RT setempat, Sella, ia mengungkapkan seluruh barang pribadinya disita, termasuk telepon genggam dan uang Rp 8 juta yang disebut berasal dari suaminya.
“Handphone saya diambil semua sama polisi, disita. Terus juga uang saya Rp 8 juta yang dikasih dari suami, diambil juga,” tutur M kepada Sella.
Sella menyebut, dalam penggerebekan itu polisi langsung menanyakan asal-usul uang Rp 8 juta tersebut. Aparat menduga uang itu ada kaitannya dengan aksi penculikan yang berujung maut.
Menurut Ketua RW 09 Johar Baru, Rizal, para pelaku sudah tinggal bersama di kontrakan tersebut sekitar dua bulan terakhir. Mereka bahkan membawa serta seorang istri pelaku dan bayi berusia dua bulan.
Ketua RT 05, Sella, menambahkan para pelaku mengaku berprofesi sebagai debt collector. “Katanya debt collector,” ujarnya.
Mohamad Ilham Pradipta diculik sejumlah orang di parkiran supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025). Sehari kemudian, jasadnya ditemukan di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Bekasi.
Korban ditemukan dengan kondisi tragis: tangan dan kaki terikat, mata terlilit lakban.
Beberapa jam kemudian, polisi bergerak cepat. Hari itu juga, tiga orang ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Jalan Johar Baru III, Jakarta Pusat. Mereka adalah AT diduga alias Andre, RS, RAH, dan RW alias Eras (NTT).
Editor : Uways Alqadrie