Emil mengaku kaget saat mengetahui bahwa pelaku perusakan ternyata sebagian besar masih berusia belasan tahun. Mereka rata-rata pelajar SMP dan SMA. “Anak-anak ini tidak memiliki motif politik, mereka hanya ikut-ikutan karena terprovokasi,” ujar Emil.
Menurut Emil, para remaja itu diarahkan pihak tertentu untuk melakukan aksi anarkistis dengan bom molotov dan benda berbahaya lainnya. Ia menilai hal tersebut bukan hanya merugikan warga, tapi juga membahayakan diri mereka sendiri.
Dalam kesempatan itu, Emil juga menyampaikan rasa prihatin usai bertemu para orang tua dari pelaku. Ia menyebut, para orang tua merasa sangat terpukul dan kecewa karena anaknya terjerumus dalam aksi perusakan.
“Namun saya berharap mereka tetap tabah membimbing anak-anaknya agar tidak terulang,” tambahnya.
Pihak kepolisian memastikan anak-anak tersebut akan dikembalikan kepada orang tua masing-masing untuk dibina lebih lanjut. Emil menegaskan, langkah ini bukan berarti pemerintah bersikap lunak.
“Kami tetap mendidik, membina, sekaligus mengarahkan mereka agar tumbuh menjadi generasi lebih baik bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Beredar Video Pembakar Gedung
Banyak pihak yang menyayangkan terjadinya aksi pembakaran sisi barat Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Sabtu (30/8). Beberapa bahkan menyalahkan massa yang melakukan tindakan anarkis tersebut.
Namun, beberapa hari terakhir beredar luas di media sosial yang menampilkan seorang yang diduga dalang dari pembakaran gedung sisi barat Grahadi.
Oknum tersebut nampak menggunakan atribut ojek online, sepatu necis (Adidas Terrex), serta helm fullface.
Sebelumnya Gedung Grahadi Surabaya terbakar akibat ulah anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Acil Bimbo Meninggal Dunia! Profil Lengkap Perjalanan Musik, Daftar Lagu, Pendidikan, dan Keluarga
Oknum datang lalu melemparkan bom molotov tepat di sisi barat Gedung Grahadi.
Dari tindakan tersebut menyebabkan ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, ruang biro protokol, biro umum serta ruang kerja awak media habis terbakar.
Dari kejadian tersebut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan telah bertindak untuk mengejar pelaku yang diduga sebagai oknum dari pembakaran Gedung Grahadi.
“Dengan ini kita nyatakan status quo gedung ini. Dan kita akan lanjutkan ke proses untuk ungkap peristiwa siapa pelaku yang melakukan pembakaran ini (Gedung Negara Grahadi),” ujar AKBP Edy Herwiyanto.
Sedangkan sejumlah pelaku yang melakukan aksi pembakaran di beberapa titik telah berhasil diamankan.
“Saat ini masih dalam proses penyidikan,” tukas AKBP Eddy.
Editor : Uways Alqadrie