Di Jembrana, banjir menelan dua korban jiwa dan berdampak pada 103 KK atau sekitar 200 jiwa. Sebanyak 85 warga mengungsi di beberapa titik, seperti pos balai desa dan musala.
Di Klungkung, 104 keluarga dengan 423 jiwa terdampak banjir. Sementara sejumlah wilayah lain masih dalam proses pendataan. Empat kecamatan di Kota Denpasar juga terendam, yaitu Denpasar Timur, Utara, Selatan, dan Barat.
BNPB melaporkan banjir masih menggenangi wilayah terdampak pada Rabu (10/9) pagi. Cuaca ekstrem dengan hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih akan terjadi di Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Denpasar.
“BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Bangunan Ambruk
Sebuah bangunan toko ambruk akibat banjir Bali 10 September 2025 dan menelan enam korban. Tiga orang berhasil ditemukan selamat, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Korban terdampak ambruknya bangunan toko yakni:
Tasnim (54), belum ditemukan
Farwa (30), ditemukan
Maimunah (75), belum ditemukan
Nadira (47), ditemukan
Khusay (23), ditemukan
Muis (50), belum ditemukan
Saksi mata, Imam Sapi’i, menuturkan detik-detik bangunan ambruk sekitar pukul 06.35 Wita. “Ketinggiannya sampai 50 cm di atas jembatan.
Awalnya toko paling ujung roboh, lalu menyusul yang di dekatnya. Ada bunyi retakan, kemudian semua toko ambruk,” ujar Imam.
Enam toko yang terdampak kerusakan akibat banjir Bali Denpasar antara lain Ayari Batik Bali, Armana Batik, Centrum, Tasnim, Kiki Textile, dan Sai Kreshna.
Editor : Uways Alqadrie