KALTIMPOST.ID, Misteri penembakan yang menewaskan aktivis politik konservatif Amerika Serikat, Charlie Kirk, akhirnya terungkap.
Gubernur Utah, Spencer Cox, mengumumkan bahwa pelaku berhasil ditangkap. Ia adalah Tyler Robinson, warga asli negara bagian Utah.
“Kami menangkapnya,” tegas Cox dalam konferensi pers usai perburuan intensif selama 24 jam.
Menurut Cox, tragedi yang merenggut nyawa Kirk bukan sekadar serangan terhadap satu individu, melainkan juga serangan terhadap demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan Amerika.
“Ini serangan kepada kita semua. Serangan terhadap eksperimen Amerika dan gagasan yang kita junjung bersama,” ujarnya.
Informasi awal muncul dari keluarga Robinson sendiri. Salah satu kerabatnya sempat mendengar pengakuan atau isyarat dari Robinson bahwa dialah pelaku penembakan.
Kabar itu lalu diteruskan ke otoritas setempat hingga mengarah pada penangkapan.
Disebutkan pula, Robinson semakin aktif dalam politik dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, sebelum kejadian, ia sempat membicarakan kedatangan Kirk ke Utah Valley University (UVU) dan terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya.
Presiden Donald Trump juga ikut buka suara. Ia menyebut ayah pelaku berperan besar dalam membantu aparat menangkap Robinson.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel memastikan penangkapan dilakukan pada Kamis (11/9) pukul 22.00 waktu setempat.
Penyelidikan semakin kuat setelah penyidik menemukan rekaman CCTV di kampus UVU.
Baca Juga: Apa Isi Deklarasi New York? 142 Negara Sepakat, Israel dan AS Tetap Tolak
Kamera merekam Robinson tiba di lokasi sejak pagi dengan mengenakan kaus marun, celana pendek cerah, topi hitam, dan sepatu terang—identik dengan pakaian saat ia ditangkap.
Selain itu, polisi juga menyita senapan Mauser model 98 kaliber .36 berikut sejumlah selongsong peluru.
Temuan itu mengundang perhatian karena tiap selongsong berisi tulisan aneh.
Salah satunya bertuliskan “Hai, fasis! Tangkap!”, lengkap dengan simbol panah.
Ada pula yang berisi lirik lagu perjuangan “Bella Ciao”, dan sebuah pesan provokatif bertuliskan, “Jika kau membaca ini, kamu gay.”
Penangkapan ini menjadi titik balik penting dalam kasus penembakan politik yang mengguncang Amerika.
Namun, publik masih menunggu proses hukum yang akan menjerat Robinson, sekaligus menguak motif sesungguhnya di balik aksi brutal tersebut. ***
Editor : Dwi Puspitarini