Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tiba di Indonesia, Presiden Prabowo Langsung Panggil Kepala BGN Bahas Keracunan MBG

Ilmidza Amalia Nadzira • Sabtu, 27 September 2025 | 17:02 WIB
Presiden Prabowo akan panggil kepala BGN karena maraknya keracunan MBG.
Presiden Prabowo akan panggil kepala BGN karena maraknya keracunan MBG.

KALTIMPOST.ID, Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk membahas insiden keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo sesaat setelah kembali dari kunjungan kerja luar negeri, Sabtu (27/9).

Prabowo mengaku sudah memantau perkembangan kasus tersebut sejak berada di luar negeri.

Menurutnya, masalah ini tidak bisa dianggap sepele dan harus ditangani serius oleh pemerintah.

“Saya baru dari luar negeri selama 7 hari, saya monitor ada perkembangan itu. Setelah ini saya langsung panggil Kepala BGN bersama beberapa pejabat, kita akan diskusikan,” kata Prabowo.

 Baca Juga: Purbaya Pastikan Cukai Rokok 2026 Tak Naik, Ini Alasannya!

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan semua pihak agar tidak mempolitisasi insiden keracunan MBG.

Ia menekankan bahwa program ini memiliki tujuan mulia, yakni memberikan asupan gizi layak bagi anak-anak yang masih kesulitan mendapatkan makanan sehat.

“Harus waspada jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan. Banyak yang hanya makan nasi dengan garam, dan ini yang harus kita atasi,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan jajarannya untuk menyelidiki rentetan kasus keracunan MBG.

Tim Bareskrim bersama kepolisian daerah melakukan pemeriksaan dapur penyedia makanan dan menelusuri jalur distribusi untuk menemukan penyebab keracunan.

 Baca Juga: Purbaya Bakal Awasi Ketat Permintaan Tambahan Rp 28 Triliun untuk BGN: Kalau Tak Terserap, Kena Potong

Selain itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga ikut memantau kasus ini.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan anggaran MBG harus transparan dan tepat sasaran, terlebih setelah BGN mengajukan tambahan dana sebesar Rp28 triliun untuk memperluas program.

Dengan adanya pemanggilan Kepala BGN oleh Presiden, publik kini menaruh harapan besar agar segera ada kejelasan mengenai penyebab keracunan, siapa yang harus bertanggung jawab, dan langkah perbaikan yang akan dilakukan pemerintah ke depan. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Makan Bergizi Gratis #prabowo subianto #rokok ilegal #transparansi anggaran #keracunan massal #Dadan Hindayana