Dua kubu saling klaim kemenangan menjadi ketua umum PPP, Yaitu Mardiono dan Agus Suparmanto.
Seperti yang dikutip dari laman jawapos.com, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara yang memimpin sidang Muktamar X di Ancol pada Sabtu malam (27/9). Dia kembali menegaskan bahwa hasil Muktamar X menyatakan bahwa ketua umum terpilih secara aklamasi adalah Mardiono.
Amir Uskara mengatakan, dirinya membacakan tata tertib (tatib) pemilihan ketua umum pada Muktamar X. Adapun tatib Muktamar X berdasarkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) hasil Muktamar IX 2020 di Makassar.
AD/ART menetapkan bahwa calon ketua umum harus menjadi pengurus harian DPP selama lima tahun atau satu periode atau ketua DPW minimal satu periode.
"Karena kondisi tidak kondusif, maka kita aklamasi untuk Mardiono," klaim Amir Uskara menambahkan.
Dia menuding pihak dari Romahurmuziy yang mengusung Agus Suparmanto berada di dalam arena muktamar. Hanya saja mereka tidak setuju Mardiono dipilih lagi dan memaksakan Agus Suparmanto menjadi ketua umum.
Ia menambahkan bahwa tidak pernah terjadi di partai berlambang kabah tersebut orang luar partai bisa terpilih jadi ketum.
Lebih jauh Amir Uskara mengatakan, karena pemilihan sudah selesai maka Muktamar ditutup. Namun, setelah ditutup Muktamar dilanjutkan kubu Romahurmuziy.
Ke depan, imbuh mantan anggota DPR itu, secara administrasi hasil Muktamar X akan diselesaikan ke pemerintah dengan mendaftarkan ke Kementerian Hukum.
Dia menyadari Agus Suparmanto tidak diam dan melakukan perlawan terhadap hasil muktamar Sabtu (27/9). "Perlawanan itu akan kami hadapi," tandasnya.
Sementara itu, kediaman Mardiono di bilangan Permata Hijau, Jakarta Selatan, tampak ramai oleh kader partai kabah. Mereka merupakan kader pendukung Mardiono.
Sebelumnya, Agus Suparmanto juga menyatakan dirinya terpilih secara aklamasi melalui forum Muktamar X PPP. Keputusan aklamasi tersebut dibacakan oleh Pimpinan Sidang Paripurna VIII, Qoyum Abdul Jabbar.
“Aklamasi Pak Agus Suparmanto merupakan kehendak Muktamar dan aspirasi Muktamirin, ini yang menentukan keputusan,” kata Qoyum di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu dini hari (28/9).
Qoyum menambahkan, ketua umum terpilih bersama para formatur akan segera menyusun kepengurusan baru untuk periode 2025-2030 dengan mengakomodir kekuatan PPP.
Menanggapi klaim sepihak yang dilakukan kubu Mardiono, Qoyum menyayangkan langkah tersebut.
“Masa argumentasi aklamasi hanya dengan absen, ya nggak bisa seperti itu,” ucapnya.
Meski sempat terjadi dinamika, dia memastikan jalannya sidang tetap berlangsung kondusif.
“Bisa kita lihat, buktinya tidak ada apa-apa, peserta Muktamirin suka cita. Ini fakta yang berbicara,” tegasnya.
Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono menyatakan dirinya terpilih secara aklamasi dalam forum Muktamar X PPP yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, pada Sabtu (27/9).
Mardiono menegaskan, sekitar 80 persen dari total peserta menyatakan setuju agar Muktamar X mengambil langkah cepat dengan memilih ketua umum secara aklamasi
Editor : Uways Alqadrie