Keputusan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Belanda di kemudian hari.
Terkait hal itu, seperti yang dilansir jawapos.com, peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro berpandangan bahwa keputusan ini sebagai bentuk penghormatan, penghargaan, dan pengakuan kedaulatan Belanda terhadap Indonesia. Dengan begitu, hubungan baik kedua negara tetap terjaga.
Bawono juga menilai bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Raja Belanda Willem-Alexander sebagai wujud komitmen kedua pemimpin negara untuk semakin mempererat kerja sama di masa mendatang.
“Pertemuan ini juga menjadi simbol keberlanjutan dari tradisi persahabatan Indonesia - Belanda,” tambah Bawono, Minggu (28/9/2025).
Lebih lanjut lagi, ia menegaskan, meskipun Indonesia dan Belanda pernah terlibat konflik bersenjata di masa lalu, sekarang kedua bangsa telah membangun hubungan baik. Kedua negara saling menghormati kedaulatan negara masing-masing.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia kini semakin aktif berkiprah di panggung dunia. Kiprah ini membuat Indonesia kian disegani dan dihormati oleh negara-negara lain.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan informasi penting setelah kunjungan resminya ke Belanda pada Jumat (26/9). Pemerintah Belanda menyatakan sepakat mengembalikan 30 ribu artefak hingga dokumen bersejarah yang berasal dari Indonesia dan selama ini tersimpan di negeri tersebut.
“Di Belanda saya diterima dengan sangat baik oleh Raja, dan Belanda mengembalikan 30 ribu item artefak yang mereka bawa dari Indonesia, dikembalikan ke kita,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan pers setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (27/9).
Kunjungan Presiden ke Istana Huis ten Bosch, Den Haag, berlangsung istimewa. Ia disambut langsung oleh Raja Willem-Alexander bersama Ratu Máxima, sebuah penyambutan yang jarang dilakukan sekaligus menandai penghormatan tinggi Kerajaan Belanda kepada kepala negara Indonesia.
Presiden Prabowo menilai pengembalian artefak ini menggambarkan niat baik Belanda dalam memelihara hubungan harmonis dengan Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama budaya sebagai bagian dari diplomasi ant
arnegara.
Editor : Uways Alqadrie