KALTIMPOST.ID, Kelompok Hamas menyambut positif deklarasi yang dibuat dalam konferensi internasional mengenai solusi dua negara (two-state solution) yang berlangsung di New York.
Hamas, yang merupakan salah satu faksi utama dalam politik Palestina sekaligus penguasa Jalur Gaza sejak 2007, dikenal sebagai gerakan pembebasan nasional yang menggabungkan perlawanan politik dan bersenjata terhadap pendudukan Israel.
Dalam pernyataannya, Hamas menilai langkah ini sebagai usaha penting untuk memberikan tekanan pada Israel sekaligus menguatkan perjuangan rakyat Palestina.
Hamas menekankan bahwa isi deklarasi tersebut harus segera diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya menjadi dokumen tanpa tindak lanjut.
Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Temui Jokowi di Solo, Ini Pesan Mendalam yang Disampaikan
Fokus utama yang mereka soroti meliputi ajakan untuk gencatan senjata permanen, pertukaran tahanan, pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta penghentian pembangunan permukiman ilegal dan pengambilalihan tanah di wilayah Palestina.
Selain itu, Hamas menegaskan bahwa mereka bersama kelompok-kelompok Palestina lain merupakan bagian dari gerakan pembebasan nasional.
Mereka menegaskan bahwa perlawanan bersenjata tetap menjadi hak yang sah menurut hukum internasional hingga pendudukan berakhir dan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kota benar-benar terbentuk.
Kelompok tersebut juga mengapresiasi dukungan dunia internasional yang mengarah pada keadilan bagi rakyat Palestina termasuk upaya penghentian pendudukan, pembentukan negara yang merdeka dan berdaulat, juga pemenuhan hak kembalinya para pengungsi Palestina.
Semua tuntutan tersebut harus diwujudkan secara nyata dan tidak hanya menjadi janji di atas kertas.
Beberapa negara telah secara resmi mengakui negara Palestina, hal ini membuat jumlah negara yang mengakui Palestina kini mencapai 159 dari total 193 anggota PBB. ***
Editor : Dwi Puspitarini