Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kenapa 1 Oktober Jadi Hari Kesaktian Pancasila? Ini Sejarah Lengkapnya dan Daftar Pahlawan Revolusi

Uways Alqadrie • Rabu, 1 Oktober 2025 | 06:04 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Dini hari 1 Oktober 1965, sekelompok pasukan bersenjata yang menamakan diri Gerakan 30 September bergerak ke rumah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat di Jakarta. 

Enam jenderal dan seorang perwira pertama diculik, lalu dibawa ke Lubang Buaya, Jakarta Timur. Tiga hari kemudian, jenazah mereka ditemukan di sumur tua kawasan itu.

Peristiwa besar tersebut menjadi sejarah kelam yang tidak terlupakan bagi bangsa Indonesia. Dalang peristiwa tersebut adalah Partai Komunis Indonesia (PKI) yang akhirnya diberantas hingga ke akar-akarnya.

Nah, Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober oleh seluruh rakyat Indonesia. Peringatan ini berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. 

Jika 1 Juni menandai lahirnya gagasan dasar Pancasila yang diperkenalkan Presiden Soekarno pada 1945, maka 1 Oktober diperingati untuk mengenang perjuangan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sekaligus menghormati para Pahlawan Revolusi.

Latar Belakang Penetapan

Hari Kesaktian Pancasila berakar dari peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Peristiwa itu melibatkan penculikan dan pembunuhan sejumlah jenderal TNI AD. 

Untuk mengenang pengorbanan tersebut, pemerintah menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967.

Ditandatangani Presiden Soeharto.

Dalam Keppres tersebut ditegaskan bahwa 1 Oktober menjadi hari khusus untuk mempertebal keyakinan bangsa terhadap kebenaran serta kesaktian Pancasila sebagai satu-satunya dasar pemersatu bangsa.

Kronologi Singkat Peristiwa G30S

Peristiwa G30S bermula pada malam 30 September 1965, dipicu isu adanya Dewan Jenderal, yakni kelompok perwira tinggi TNI AD yang dituduh hendak menggulingkan Presiden Soekarno. 

Sejumlah perwira simpatisan PKI bersama unsur militer bergerak untuk menculik para jenderal yang dianggap berbahaya. Namun operasi itu berakhir kacau dan menewaskan sejumlah korban.

Sebanyak sembilan perwira TNI AD serta satu anggota Polri gugur dan kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi, yaitu:

Jenderal Ahmad Yani

Letjen R. Suprapto

Letjen MT Haryono

Letjen S Parman

Mayjen DI Panjaitan

Mayjen Sutoyo Siswomiharjo

Brigjen Katamso

Letkol Sugiyono

Kapten Pierre Tendean

Aipda Karel Satsuit Tubun

Sebagian target operasi, seperti Jenderal AH Nasution, berhasil selamat.

Peristiwa itu kemudian ditanggapi oleh Jenderal Soeharto selaku Panglima Kostrad, yang mengambil alih komando dan memobilisasi pasukan untuk menumpas gerakan tersebut. 

Baca Juga: Daftar Korban Tewas Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo: 91 Selamat, 38 Orang Dicari

Sejak saat itu, 1 Oktober diperingati setiap tahun sebagai Hari Kesaktian Pancasila, untuk mengingat jasa Pahlawan Revolusi serta meneguhkan komitmen bangsa terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

Editor : Uways Alqadrie
#hari kesaktian pancasila 1 oktober #jenderal ahmad yani #g30s pki #1 Oktober apakah libur #1 oktober hari apa