Dalam video itu, sang anak terlihat duduk dan tidur di luar sel tahanan agar bisa memeluk ayahnya yang berada di balik jeruji.
Teks dalam video bertuliskan “Sedikit membantu melepas kerinduan orang tua kepada anaknya” menambah nuansa haru yang membuat banyak warganet tersentuh.
Aksi sederhana itu dianggap menunjukkan sisi lain kepolisian yang penuh empati.
Dalam video lain, Handoko juga memperlihatkan dirinya membuka pintu sel dan memperbolehkan seorang tahanan bercengkrama dengan anak serta keluarganya di luar ruang tahanan.
Ia memberi alas tidur sederhana agar mereka dapat berbagi kehangatan meski terpisah tembok besi.
Respons warganet pun deras mengalir. Banyak yang memuji tindakan Handoko sebagai wujud nyata semboyan “memanusiakan manusia.” “Terima kasih sudah memberi ruang bagi seorang ayah bertemu anaknya. Semoga kebaikan ini dibalas kesehatan dan umur panjang,” tulis akun @metyshop14.
Sementara akun @andika menulis, “Jangan berhenti untuk terus memanusiakan manusia. Sehat selalu, komandan.”
Bukan kali pertama aksi humanis Handoko menjadi sorotan. Pada 2023, ia juga sempat viral karena membuka pintu sel agar seorang anak perempuan bisa memeluk ayahnya yang ditahan.
Tindakan itu kala itu menuai simpati luas dan dianggap sebagai bentuk kemanusiaan di tengah kerasnya dunia penegakan hukum.
Kini, sosok Bripka Handoko kembali disebut sebagai wajah lembut kepolisian — seorang petugas yang memilih empati di atas prosedur kaku.
Di tengah sorotan publik terhadap perilaku aparat, tindakannya menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tembok tahanan, masih ada ruang bagi kasih dan kemanusiaan.
Editor : Uways Alqadrie