Pria yang kini menjadi sorotan publik itu mengaku tidak pernah menyebarkan rekaman tersebut, dan meyakini dirinya hanyalah korban kebocoran data.
“Kalaupun ada gambar tersebar, itu bukan saya yang menyebarkan. Ada orang yang membuka ponsel saya tanpa izin,” ujar Yai Mim usai pemeriksaan di Polresta Malang Kota, Selasa (14/10).
Yai Mim menjelaskan, ponselnya pernah beberapa kali dibawa oleh Nurul Sahara, tetangganya yang juga menjadi pihak yang sempat menuduhnya melakukan pelecehan. Ia menduga kebocoran terjadi saat ponsel miliknya berpindah tangan.
“Bahkan sempat dibawa berhari-hari, sampai ke Madura,” katanya.
Kasus antara Yai Mim dan Sahara kini memasuki babak baru. Setelah isu pelecehan mencuat, publik kembali dihadapkan pada munculnya video pribadi yang menyeret keduanya.
Kuasa hukum Sahara, M Zakki, menolak tudingan bahwa kliennya menjadi sumber kebocoran.
“Pernyataan itu hanya bentuk pembelaan. Kami sudah mengamankan sejumlah bukti terkait penyebaran video tersebut,” ucapnya.
Zakki juga menyebut kemungkinan munculnya laporan baru terkait dugaan pelanggaran UU Pornografi. “Ada fakta penunjang. Mungkin besok atau lusa akan ada laporan baru,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Kemenag memastikan masih mendalami aspek etik dan kedisiplinan yang melibatkan Yai Mim sebagai aparatur sipil negara. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai arah penyidikan terbaru kasus tersebut.
Bagi Yai Mim, momen diperlihatkannya video itu oleh Irjen Kemenag menjadi titik terberat dalam hidupnya.
“Saya kaget, malu, dan sangat terpukul. Saya menangis saat itu,” ucapnya lirih.
Editor : Uways Alqadrie