Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pekerjaan Jalan Penghubung Tering–Ujoh Bilang Masih Tersendat, Ekti Imanuel Minta Kontraktor Serius Bekerja

Bayu Rolles • Selasa, 21 Oktober 2025 | 07:23 WIB

Beberapa anggota DPRD kaltim meninjau progres pembangunan Jalan Penghubung Kubar-Mahulu. (IST)
Beberapa anggota DPRD kaltim meninjau progres pembangunan Jalan Penghubung Kubar-Mahulu. (IST)

KALTIMPOST.ID, Akses penghubung Tering di Kutai Barat (Kubar) ke Ujoh Bilang di Mahakam Ulu (Mahulu) kini tengah dibangun. Pekerjaan dibagi dalam empat segmen. Tapi progres proyek kolaborasi sepanjang 28 kilometer itu tak seragam. 

Ada yang sudah menyentuh 80 persen, ada pula yang masih dikisaran 20 persen. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel selepas meninjau proyek itu pada 17 Oktober lalu.

“Segmen I sudah 80 persen, segmen III sekitar 60 persen. Sementara segmen II dan IV masih 20 persen dan 24 persen,” ungkap Ekti, Senin, 20 Oktober 2025. Masih belum maksimalnya pekerjaan jadi atensi lantaran masa kontrak tersisa 70 hari kerja saja. 

Baca Juga: Empat Raperda Kaltim Didorong Rampung Sebelum 30 November, Ini Detailnya...

Ekti pun meminta agar kontraktor pelaksana bisa bekerja optimal menyelesaikan sesuai target yang disepakati. Monitoring akhir hasil pekerjaan pada Desember nanti diharapkannya bisa 100 persen. “Jalan ini urat nadi bagi warga Kubar dan Mahulu,” tukasnya.

Terbatasnya suplai batu dan semen jadi penyebab lambannya progres pekerjaan. Ekti pun menyoal klaim pejabat pembuat komitmen terkait ketersediaan material ini. “Dari awal PPK sellau bilang siap. Tapi nyatanya progresnya begini. Harus segera diatasi,” sebutnya.

Wakil rakyat yang mewakili Kubar-Mahulu di tingkat provinsi ini menegaskan bakal terus mengatensi pembangunan jalan penghubung itu hingga tuntas. Mengingat, akses itu bakal mengurangi ketergantungan warga Mahulu memanfaatkan jalur sungai yang kerap terkendala jika air surut. 

Proyek ini jadi tolok ukur pemerataan pembangunan di tanah Etam hingga ke pedalaman. “Masyarakat sangat berharap jalan ini. Kontraktor mesti bekerja maksimal, jaga mutu sesuai standar,” ucapnya.

Akselerasi pekerjaan bisa ditempuh lewat koordinasi intens antara kontraktor, PPK, hingga pemerindah daerah. Dengan begitu, hambatan teknis seperti ketersediaan material proyek bisa diatasi secepatanya. “Jalan ini jadi keadilan akses dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutup Politikus Gerindra itu. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#dprd kaltim #Ekti Imanuel #Mahakam Ulu #Akses penghubung #Kutai Barat