Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pengisi Suara Doraemon dan Ninja Hattori Meninggal Dunia, Jejak Karya Ika Zidane Dikenang Sepanjang Masa

Uways Alqadrie • Jumat, 24 Oktober 2025 | 19:07 WIB

Ika Zidane
Ika Zidane
KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Dunia pengisi suara tanah air kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Ika Zidane, dubber kawakan yang dikenal sebagai pengisi suara karakter legendaris Doraemon dan Ninja Hattori, meninggal dunia pada Senin, 20 Oktober 2025.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh komunitas Voice Over Dubber Announcer Indonesia (KVDAI) melalui unggahan di media sosial mereka. 

Dalam waktu singkat, ucapan belasungkawa mengalir deras dari rekan sesama pengisi suara hingga para penggemar anime dan kartun yang tumbuh bersama suaranya.

Ika Zidane, bernama asli Ika Swastika, dikenal sebagai sosok yang bersahaja namun memiliki karakter vokal kuat dan ekspresif. Sejak akhir 1990-an, ketika televisi Indonesia dipenuhi tayangan animasi Jepang, suaranya menjadi warna khas di telinga anak-anak Indonesia.

Ia memerankan banyak tokoh utama—dari Kanzo Hattori yang cerdik hingga Doraemon si robot kucing biru yang penuh empati.

Kepiawaiannya menyalurkan emosi dan menciptakan karakter membuat Ika dianggap sebagai salah satu dubber paling berpengaruh di generasinya.

Tak hanya itu, Ika juga turut menghidupkan berbagai karakter lain dalam Digimon, Sailor Moon, Crayon Shinchan, hingga Detective Conan. Suaranya menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat, menjembatani generasi penonton dari era televisi analog hingga digital.

Kepergian Ika Zidane meninggalkan duka mendalam di kalangan pekerja industri dubbing yang selama ini berjuang dalam sunyi, di balik layar dan mikrofon. 

Banyak yang mengenangnya bukan hanya karena perannya dalam dunia hiburan, tetapi juga ketulusannya membimbing dubber muda agar tetap menjaga idealisme di tengah industri yang terus berubah.

Dalam wawancara lamanya, Ika pernah menyebut bahwa menjadi seorang pengisi suara adalah pekerjaan yang penuh tantangan sekaligus memuaskan. Ia merasa bangga karena melalui suaranya, ia dapat membuat anak-anak tertawa, sedih, dan belajar nilai persahabatan dari karakter animasi yang dihidupkannya.

“Suara adalah jembatan emosi antara karakter dan penonton,” ujarnya kala itu.

Ucapan duka cita mengalir deras dari rekan sesama dubber. Dalam unggahan media sosial, mereka mengenang Ika sebagai sosok rendah hati, disiplin, dan selalu menginspirasi.

“Mbak Ika bukan hanya senior, tapi guru yang mengajarkan kami bagaimana memberi nyawa pada karakter lewat intonasi dan perasaan,” tulis salah satu rekannya.

Selama kariernya, Ika Zidane dikenal karena profesionalismenya di dunia voice acting. Ia kerap terlibat dalam berbagai proyek besar, baik untuk televisi nasional maupun platform digital.

Selain aktif sebagai dubber, ia juga sering membagikan pengalamannya kepada generasi muda melalui workshop dan pelatihan dubbing.

Bagi banyak penonton yang tumbuh di era 1990-an hingga 2000-an, suara Ika Zidane bukan sekadar bagian dari tontonan, melainkan bagian dari masa kecil penuh kenangan. 

Suara Doraemon yang hangat dan lembut, serta Hattori yang ceria dan enerjik, menjadi ikon yang melekat di ingatan publik.

Dalam dunia yang serba visual, suara-suara seperti milik Ika menjadi elemen penting pembentuk karakter dan emosi sebuah cerita. Kini, nama Ika Zidane disejajarkan dengan dubber legendaris Indonesia lainnya seperti Dora Sumbang dan Maria Oentoe.

Meski telah tiada, warisan Ika Zidane akan terus hidup melalui karakter-karakter yang pernah ia suarakan. Jejak suaranya akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dunia animasi Indonesia.

Editor : Uways Alqadrie
#digimon #Crayon Shinchan #doraemon #Ninja Hattori #Ika Zidane