KALTIMPOST.ID-Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Mahulu periode 2025–2030.
Kegiatan perdana digelar di Kecamatan Long Apari, wilayah perbatasan yang dikenal memiliki harga kebutuhan pokok cukup tinggi.
Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan, GPM merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya di daerah dengan akses logistik terbatas.
“Gerakan pangan murah ini ada dalam 100 hari kerja kami. Tujuannya untuk membantu masyarakat, setidaknya meringankan beban mereka,” ujar Angela, Kamis (23/10).
Ia menjelaskan, Long Apari dipilih sebagai lokasi pertama karena pertimbangan efisiensi perjalanan serta bentuk perhatian bagi warga perbatasan.
Sebelum ke Long Apari, Angela dan rombongan sempat menghadiri Hudoq Pekayang di Liu Mulang, Kecamatan Long Pahangai.
“Kami memutuskan langsung ke Long Apari agar lebih efisien dan tim tidak terlalu lelah,” katanya.
Menurut dia, tingginya harga bahan pokok di Mahulu, terutama di daerah pedalaman, disebabkan belum terhubungnya akses jalan darat.
Namun, pemerintah daerah terus berupaya memperbaikinya melalui dukungan pemerintah pusat dan DPR.
“Jalur darat memang belum sepenuhnya terhubung, tapi kami berusaha agar mendapat dukungan APBN. Kami berharap DPR membantu mempercepat pembangunan infrastruktur ini,” jelasnya.
Selain menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan GPM juga dirangkai dengan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Salah satu warga Long Apari, Yuliana Buaq (29), mengaku terbantu dengan program tersebut. Ia membeli paket berisi beras, gula, dan minyak goreng seharga Rp100 ribu.
“Biasanya beras 5 kilo bisa Rp 130 ribu, Bimoli satu liter Rp 35 ribu, gula Rp 25 ribu. Jadi ini sangat membantu,” ungkapnya.
Yuliana menuturkan, harga kebutuhan pokok di Long Apari kerap melonjak saat musim kemarau karena pasokan sulit masuk.
“Kalau musim kemarau, harga bisa dua kali lipat. Satu karung beras 25 kilo bisa Rp 1 juta lebih. Jadi dengan program ini kami bisa hemat sekitar Rp 100 ribu,” katanya.
Ketua DPRD Mahulu Devung Paran yang turut hadir, menyatakan dukungan penuh terhadap program 100 hari kerja bupati dan wakil bupati.
“DPRD sangat mendukung program seperti gerakan pangan murah dan pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan ini ditunggu masyarakat di lima kecamatan, khususnya di Long Apari,” ujarnya.
Devung berharap program tersebut menjadi agenda berkelanjutan. “Jangan berhenti di awal masa kerja saja, tapi terus berlanjut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*/sya/rd)
Editor : Romdani.