KALTIMPOST.ID, Pengelolaan Hotel Atlet kini dihandel BUMD Kaltim, PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KMBS). Pemprov menyiasati gedung di Kompleks Gelora Kadrie Oening itu bisa bernilai bagi daerah. Tahun ini, hotel itu disiapkan jadi tempat pertemuan resmi pemerintah.
Hal ini diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim, Muhammad Faisal, beberapa waktu lalu. “Ada beberapa yang perlu dilengkapi. Salah satunya dapur,” ucapnya.
Gubernur Rudy Mas`ud, sambung dia, ingin mengoptimalkan aset daerah itu agar lebih lebih produktif. Untuk melengkapi atau membenahi fasilitas yang ada, dari menyediakan dapur hingga tempat pertemuan resmi, diperkirakan membutuhkan biaya Rp 20-30 miliar di APBD Perubahan 2025. “Jika ada ruang meeting serta dapur. Operasional hotel bisa lebih bernilai,” sambungnya.
Baca Juga: PAD Seret, DPRD Kaltim Usul Garap Sungai dan Aset Tidur Jadi Ladang Uang Baru
Di lain sisi, Direktur Utama PT KMBS, Aji Abidharta Hakim, mengatakan, pengelolaan Hotel Atlet nantinya tak hanya untuk pertemuan resmi pemerintah. Tapi juga dibuka untuk umum karena aset itu menjadi salah satu segmen bisnis mereka untuk bisa mengeruk profit. “Targetnya tentu aset daerah bisa berkontribusi ke pendapatan asli daerah,” terangnya belum lama ini.
PT KMBS bakal menggandeng pihak ketiga untuk urusan pencitraan merek dan promosi. Sementara operasional tetap di bawah kendali BUMD. Untuk skema pembagian hasil, mitra bakal kebagian fee 11 persen. Sementara 35 persen dari laba bersih hotel bakal jadi deviden ke daerah.
“Kami berupaya mengubah citra Hotel Atlet, dari aset pasif jadi sumber pendapatan aktif. Biar ekonomi daerah tumbuh,” singkatnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki